Fenomena Inflasi Pengamat, KSP Bantah Prabowo Anti Kritik
FORUM KEADILAN – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, menepis anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersikap anti kritik. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan, selama disampaikan dengan dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pandangan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang sebelumnya menilai adanya fenomena yang disebut sebagai “inflasi pengamat” di Indonesia.
“Enggak, enggak anti kritik,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13/4/2026.
Akan tetapi, kata Qodari, yang menjadi penekanan adalah pentingnya penggunaan data yang akurat serta pendekatan berbasis teori dalam menyampaikan pendapat.
“Yang ditekankan itu harusnya adalah soal penggunaan data yang tepat dan akurat dalam memberikan pendapat. Jadi pakai data, pakai teori, itu sebetulnya yang ditekankan kalo saya melihatnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut prinsip tersebut seharusnya berlaku untuk semua pihak, terutama kalangan pengamat yang umumnya berasal dari latar belakang akademik.
“Menurut saya itu berlaku untuk siapa saja, tapi terutama pengamat, karena biasanya mereka berasal dari latar belakang akademik,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
