Polisi Diminta Mengusut Simpatisan SYL yang Tendang Wartawan

Kericuhan usai sidang vonis Mentan SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 11/7/2024.| Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Kericuhan usai sidang vonis Mentan SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 11/7/2024.| Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah simpatisan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terhadap wartawan.

Tindakan kekerasan tersebut dialami oleh sejumlah wartawan usai sidang vonis SYL di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat, Kamis, 11/7/2024.

Bacaan Lainnya

Kepala Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) Iwakum Ryan Suhendra mengatakan, kekerasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers atau UU Pers.

“Tidak hanya melanggar UU Pers, kekerasan terhadap jurnalis juga melanggar Pasal 170 KUHP, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” tegas Ryan dalam keterangannya, Kamis, 11/7.

Ia menjelaskan, Pasal 4 ayat (3) UU Pers menjamin kemerdekaan pers. Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sementara di Pasal 18 UU Pers memuat sanksi pidana terhadap setiap orang yang secara melawan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas wartawan.

Ryan melanjutkan, kekerasan itu terjadi saat wartawan sedang menjalankan tugasnya. Menurutnya, kekerasan tersebut mengancam kebebasan pers.

“Kami menuntut pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan menjerat para pelaku,” tegas Ryan.

Diketahui, sidang vonis SYL berakhir ricuh. Sejumlah pendukung SYL mengamuk hingga menendang dan memukul wartawan.

Kompas TV, Bodhiya Vimala menjadi salah satu korban aksi kekerasan yang dilakukan pendukung SYL. Simpatisan SYL sempat mengejar dan ingin menendang Bodhiya. Beruntung, Bodhiya sempat mengelak sehingga tidak terkena tendangan tersebut.

Tak hanya pendukung SYL, kekerasan juga dilakukan terhadap seorang aparat Kepolisian dengan menyikut kameramen TVOne, Firdaus.

Selain itu, kericuhan menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan media dan pagar pembatas di ruang sidang.*

Laporan Merinda Faradianti