Amien Rais Usul Presiden Dipilih MPR Lagi, Demokrat: Itu Kemunduran

Juru Bicara Demokrat, Herzaky Mahendra, saat dimintai keterangan oleh wartawan, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Jumat, 7/6/24. | Novia Suhari/Forum Keadilan
Juru Bicara Demokrat, Herzaky Mahendra, saat dimintai keterangan oleh wartawan, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Jumat, 7/6/24. | Novia Suhari/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN –  Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, menanggapi usulan Amien Rais yang meminta pemilihan Presiden kembali ditentukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Menurut Herzaky, usulan Amien Rais tersebut merupakan sebuah kemunduran dari demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Ya enggak lah itu kan namanya setback atau kemunduran,” katanya kepada wartawan, dalam acara Konferensi Pers 100 Hari Kerja AHY sebagai Menteri ATR/BPN, di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Jumat, 7/6/24.

Ia mengatakan saat ini demokrasi indonesia sudah sangat maju, setelah melewati era orde baru (orba) dan menjadi reformasi.

“Lalu mengapa kita mundur?, demokrasi saat ini yang kita punya dengan pemilihan langsung oleh rakyat itu merupakan koleksi atas apa penyimpangan yang terjadi di era sebelumnya. Sehingga bagi kami jika itu dikembalikan berarti ada penyimpangan,” ujarnya.

Kedua, Ia menjelaskan seharusnya setelah Pilpres 2024 ini, para tokoh dan pejabat negara bersinergi dan fokus kepada kemajuan Indonesia, seperti yang diperlihatkan oleh Prabowo dan Jokowi. Bukan malah berbicara tentang perubahan sistem demokrasi.

“Bukan malah berbicara tentang sistem negara, ada apa ini gerangan?. Maksudnya jika memang ada perbedaan pandangan, atau memang seperti apa. Marilah kita berjiwa kesatria, bersiap menerima kekalahan, jangan kalau kita kalah dan bilang sistemnya tidak benar, enggak begitu juga,” katanya.

Ia mengakui, dalam konteks praktis demokrasi indonesia memang perlu perbaikan-perbaikan di lapangan. Namun, dalam konteks sistemik demokrasi saat ini sudah berada diposisi yang sangat baik.

Kendati begitu, Herzaky menuturkan tak ingin menilai usulan Amien Rais tersebut.

“Saya tidak mau bilang itu ngaco lah, saya juga menghargai Amien Rais ini sebagai tokoh reformasi 98 dulunya. Bagaimana pun beliau adalah tokoh dari era orde baru ke reformasi,” terangnya.

Hanya saja, ia berpandangan demokrat  sangat menyayangkan pemikiran Amien Rais tersebut.

“Kami hanya menyayangkan beliau malah berpikir dan mengatakan hal yang berbanding terbalik dengan apa yang pernah beliau perjuangkan,” pungkasnya.*

Laporan Novia Suhari