Kuasa Hukum Golkar Jelaskan Kronologi Hilangnya Saksi di Sengketa Pileg

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)

FORUM KEADILAN – Kuasa Hukum Partai Golkar, Michael Dolf Lailossa, membeberkan kronologi hilangnya salah satu saksi bernama Adin. Ia seharusnya memberikan keterangan dalam sidang sengketa pileg di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (28/5/24) kemarin.

Hilangnya Adin terungkap dalam sidang pembuktian perkara Nomor 256-01-04-31/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024. Perkara ini diajukan oleh Partai Golkar pada daerah pemilihan Maluku IV.

Bacaan Lainnya

Michael menjelaskan bahwa pada Minggu, 26 Mei 2024 sekitar pukul 20.30 WIT, Adin pergi keluar bersama dengan pamannya menuju rumah makan. Saat itu, kata dia, Adin pulang terlebih dahulu ke rumah pamannya karena merasa mual. Ketika pamannya tiba di rumah, ia tidak melihat Adin tidak ada di rumah.

Pamannya kemudian sampai di rumah kontrakan, tapi Adin tidak ada. “Sampai kemarin itu dia udah enggak ada dan dihubungi HP-nya tidak aktif,” kata Michael saat dihubungi pada Selasa malam, 28 Mei 2024.

“Sampai kemarin itu dia udah enggak ada dan dihubungi HP-nya tidak aktif. Tiket pesawatnya juga sudah disiapkan, ternyata dia tidak dateng. Kita gk tau ya dia ke mana,” ucap Michael saat dihubungi wartawan, Selasa (28/5/24), malam.

Ia lantas mengirimkan bukti tiket pesawat yang rencananya akan membawa Adin dsri Ambon ke Jakarta. Tiket itu terjadwal untuk berangkat pada Senin, 27 Mei 2024.

Hilangnya saksi tersebut, membuat paman Adin membuat laporan orang hilang ke Polsek Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku.
Keterangan orang hilang itu tercatat dengan nomor SKTLRH/04/V/2024/SPKT.

Sebelumnya, hilangnya Adin terungkap ketika Ketua Sidang Panel II, Saldi Isra mulai mengabsen daftar saksi yang dihadirkan oleh pihak pemohon dalam sidang pembuktian sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pileg 2024.

“Kita cek saksi yang diajukan oleh pemohon itu ada empat orang, Pak Aziz Mahulete, Pak Haipan Tomagola, Ibu Fatimah Sia, Pak Adin gaada ya?” tanya Saldi dalam persidangan, Selasa (28/5).

Merespon pertanyaan tersebut, kuasa hukum pemohon memberikan alasan mengapa saksi yang dihadirkannya tidak datang ke persidangan.

Ia menyebut bahwa Adin, saksi yang dihadirkan pemohon, tengah dalam perjalanan dari Ambon menuju Jakarta. Namun, kata dia, sampai saat ini ia belum bisa menghubungi saksi tersebut.

“Kami juga sudah berupaya mencari bahkan membuat permohonan buat teleconference tapi sampai sekarang tidak ketemu dan kami sudah membuat laporan orang hilang ke kepolisian majelis,” ucapnya.*

Laporan Syahrul Baihaqi