Puan Singgung Sengketa Pemilu 2024 di Rapat Paripurna

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna penutupan masa sidang ke-15 masa persidangan ke IV tahun sidang 2023-2024, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4/4/2024. | Dok Website DPR RI
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna penutupan masa sidang ke-15 masa persidangan ke IV tahun sidang 2023-2024, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4/4/2024. | Dok Website DPR RI

FORUM KEADILAN – Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung terkait sengketa Pilpres 2024 yang saat ini tengah berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Pidatonya dalam rapat paripurna.

Puan menilai bahwa proses di MK tersebut hendaknya menjadi jalan untuk menyempurnakan demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Penanganan perselisihan hasil pemilu yang sedang berlangsung saat ini di Mahkamah Konstitusi hendaknya menjadi jalan dalam menyempurnakan demokrasi di Indonesia dalam memperteguh komitmen aparatur negara, partai politik, dan penyelenggara pemilu untuk menjadikan pemilu yang bermartabat sesuai dengan amanat konstitusi,” ujar Puan rapat paripurna penutupan masa sidang ke-15 masa persidangan ke IV tahun sidang 2023-2024, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4/4/2024.

Ia mengatakan Indonesia adalah negara hukum. Menurutnya, komitmen Pemilu berjalan luber jurdil harus dibangun atas dasar kesadaran.

“Indonesia adalah negara hukum, komitmen ini dibangun atas dasar kesadaran akan pentingnya nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Puan.

“Pemilu adalah sebagai alat mewujudkan demokrasi juga diamanatkan konstitusi agar dapat diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” lanjutnya.

Ia menilai tahapan tersebut yang membuat demokrasi Indonesia tetap berjalan dan berharap agar Pemilu selanjutnya dapat berjalan dengan jujur dan adil.

“Setiap peserta pemilu, dituntut memiliki kesadaran nilai berdemokrasi, untuk juga berkomitmen melaksanakan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” pungkasnya.*