Airlangga Dulang Dukungan dari Ormas Partai agar Terpilih sebagai Ketum Golkar Lagi

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Hotel Four Season Jakarta, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 2/4/2024 | M. Hafid/Forum Keadilan
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Hotel Four Season Jakarta, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 2/4/2024 | M. Hafid/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mendapat banyak dukungan organisasi sayap Partai agar dapat terpilih kembali sebagai Ketua umum (Ketum) Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Dukungan tersebut datang dari PPK Kosgoro 1957 dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Sementara dua lainnya, dari Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Anggota Muda Partai Golkar (AMPG).

Bacaan Lainnya

“Ormas (Golkar) kan ada delapan. Kalau dua ikut perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP), KPPG dan AMPG, jadi itu otomatis,” kata Airlangga usai menghadiri buka bersama dengan Ormas MKGR, di Hotel Four Season Jakarta, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 2/4/2024.

Menurut Airlangga, dukungan dari beberapa organisasi sayap Partai tersebut sebagai bentuk apresiasi atas capaian Golkar selama dipimpinnya.

“Langkah ini merupakan apresiasi daripada Ormas dan kemarin sudah seluruh DPD baik tingkat satu maupun tingkat dua terhadap capaian Partai Golkar dan apresiasi terhadap kerja bersama dari seluruh kader Golkar, dari pusat sampai nasional,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bahwa tantangan ke depan tidak mudah. Oleh sebab itu, dia berharap agar solidaritas tersebut tetap dijaga. Namun dia tidak menjabarkan tantangan seperti apa yang akan dihadapi.

“Karena ke depan tantangan tidak mudah. Tantangan tidak mudah itu membutuhkan stabilitas politik,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, juga mengatakan bahwa Golkar sudah menjadi koalisi pasangan calon (Paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang telah ditanyakan menjadi pemenang Pilpres 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Itu berarti kami mengawal pemerintahan ke depan. Nah ini menjadi penting maknanya,” terangnya.

Airlangga menepis bahwa dukungan dari ormas tersebut dilakukan secara terburu-buru untuk mengamankan suara dari kandidat lain seperti Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.

“Tidak buru-buru ini,”pungkasnya.

Laporan M. Hafid