Mengenal Smiling Depression dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi senyum palsu
Ilustrasi senyum palsu | ist

FORUM KEADILANSmiling depression merupakan istilah bagi mereka yang menutupi depresinya dengan berpura-pura bahagia dan tersenyum.

Mereka berusaha meyakinkan orang-orang di sekitar mereka bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, ketika seseorang sudah mencapai titik terendah dalam depresi dan terlihat seolah-olah tidak memerlukan bantuan, hal ini bisa membuat orang lain merasa tidak dapat membantu. Akibatnya, dorongan untuk mengakhiri hidup bisa semakin kuat.

Bacaan Lainnya

Penderita penyakit ini juga menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Oleh karenanya, sangat penting bagi orang di sekitarnya untuk lebih empati terhadap individu yang mengalami gejala depresi seperti ini.

Pada dasarnya, seseorang yang mengalami depresi akan mengalami gejala yang berbeda-beda, seperti kehilangan nafsu makan, mual, tidur berlebihan, dan lain sebagainya. Namun, gejala yang umum ditemui pada penderita depresi adalah perasaan kesedihan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penanganan depresi memerlukan konsultasi dengan seorang psikolog.

Dapat disimpulkan bahwa smiling depression tidak membantu dalam mengatasi depresi. Sebaliknya, berpura-pura bahagia dapat dianggap sebagai bentuk perlindungan diri yang tidak tepat dan dapat memperburuk kondisi. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang perlu diambil ketika seseorang berada dalam kondisi seperti ini.

Cara Mengatasi Smiling Depression

1. Menerima Kondisi

Apa yang dapat dilakukan saat mengalami smiling depression adalah menerima kondisi depresi tersebut. Ketika seseorang mengalami depresi, itu bukan berarti mereka lemah.

Sebaliknya, ini mengingatkan bahwa mereka adalah individu yang kuat. Mereka tidak perlu menyembunyikan perasaan sedih, karena perasaan sedih adalah hal yang wajar.

2. Jujur pada Diri Sendiri

Jujur pada diri sendiri terhadap emosi yang sedang kamu alami, ungkapkan emosi yang biasanya berbentuk kesedihan tersebut dengan baik dan melampiaskan ke hal yang baik juga.

3. Mencintai Diri Sendiri

Ketika Anda sedang merasakan hal tidak baik, jangan menyalahkan dirimu sendiri.

Coba lah untuk mencintai diri dengan melakukan hal sederhana yang dapat mengurangi pikiran, seperti melakukan hobi, jalan-jalan dan lain sebagainya.

4. Berbagi Cerita dengan Orang Lain

Pikiran yang Anda pendam sendiri akan menjadi bom waktu untuk dirimu sendiri. Untuk itu, jangan ragu untuk bercerita dengan orang terdekat.

Terkadang Anda hanya ingin bercerita dan didengarkan untuk beban yang mengganggu pikiran.

5. Konsultasi pada Psikolog

Dengan melakukan konsultasi, Anda akan menemukan titik permasalahan dan jalan keluar yang perlu dilakukan. Untuk itu jangan takut untuk melakukan konsultasi.*

Laporan Sukma Cempaka