Alasan Kenapa Penggunaan Emas Berdampak Buruk pada Pria

Ilustrasi perhiasan emas
Ilustrasi perhiasan emas | ist

FORUM KEADILANEmas adalah perhiasan yang banyak digemari oleh masyarakat. Emas biasanya identik digunakan oleh wanita. Selain untuk mempermanis tampilan, penanda status sosial dan sebagai investasi, emas juga digunakan untuk simbol dalam ikatan pernikahan.

Emas ternyata juga banyak disukai oleh kaum pria. Hal ini karena banyak dari pesohor hingga orang kaya yang memamerkan emasnya di hadapan umum.

Bacaan Lainnya

Meskipun perhiasan emas memang terlihat menawan. Namun, faktanya para kaum pria tidak boleh menggunakan emas. Diketahui bahwa emas akan berdampak buruk bagi kesehatan apabila dipakai dalam waktu yang lama oleh kaum pria. Oleh karena itu, laki-laki dilarang menggunakan emas.

Meskipun perhiasan emas memang terlihat menawan, faktanya para pria sebaiknya tidak mengenakan emas. Ini dikarenakan bahwa penggunaan emas dalam jangka waktu lama dapat memiliki dampak buruk bagi kesehatan kaum pria.

Maka dari itu, ada aturan yang melarang laki-laki untuk mengenakan perhiasan emas. Berikut bahaya dari penggunaan emas bagi pria.

1. Terkena Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah jenis penyakit yang ditandai oleh penurunan kemampuan fisik dan daya ingat seseorang. Secara medis, ini tidak disebabkan oleh “migrasi emas” atau pergerakan atom emas ke dalam lapisan kulit, sehingga jumlah atom emas melebihi batasnya dan ditemukan dalam urine.

Hal ini lah yang bisa mengganggu fungsi normal dari otak dan akan menyebabkan ”pikun” sebelum masanya.

Sedangkan bagi perempuan, memakai emas tidak berbahaya karena zat tersebut akan dibuang bersama dengan darah saat haid (mestruasi).

2. Risiko Kemandulan

Senyawa dari emas yang masuk ke dalam tubuh juga bisa menjadi salah satu penyebab kemandulan pada pria.

Sebab, dapat menurunkan fungsi kinerja testis, sehingga menyebabkan menurunnya produksi sperma yang akan membuahi sel telur pada wanita.

3. Risiko pada Usus

Cincin emas dapat meningkatkan risiko gangguan usus yang dikenal sebagai lesi 12 jari. Ini disebabkan oleh peradangan pada akar syaraf yang dapat dipicu oleh penggunaan cincin emas di jari kelingking.

4. Memengaruhi Sistem Syaraf Otak

Hal ini terjadi karena senyawa atom emas dapat masuk ke dalam tubuh melalui darah dan urine, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Dampaknya tetap akan memengaruhi sistem saraf karena darah dan urine mengantarkan senyawa tersebut ke sistem saraf otak, karena darah dipompa ke seluruh tubuh.

Jika atom atau senyawa emas telah masuk ke dalam darah dan urine, sistem saraf otak akan memberikan respons yang berpotensi menyebabkan dampak negatif, seperti infertilitas, aterosklerosis, dan lesi pada usus halus jika sistem saraf tersebut memengaruhi organ-organ tersebut.*

Laporan Sandra Ridhola Veronica