Menkominfo Heran dengan Dugaan Kebocoran Data Dukcapil

Budi Arie Setiadi resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru menggantikan Johnny G Plate, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 17/7/2023 | YouTube Sekretariat Presiden
Budi Arie Setiadi resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru menggantikan Johnny G Plate, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 17/7/2023 | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi angkat suara terkait dugaan 337 data dukcapil yang bocor bahkan ada dugaan dijual di forum hacker.

Budi Arie mengaku heran dengan dugaan kebocoran tersebut.

Bacaan Lainnya

Apalagi jumlahnya melebihi jumlah penduduk Indonesia yang hanya 277 juta jiwa.

“Kan saya sudah bilang, Dukcapil kan itu ngeluarin NIK. Sementara data pribadi kan banyak. Instansi yang mengumpulkan data pribadi ini bocornya yang mana? Kalau bocor bilang 330 juta, lha NIK kita paling 200 juta. Masa, bocor 330 juta?” kata Budi Arie dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat pada Kamis, 20/7/2023.

“Penduduk kita 277 juta, berarti kan ada 277 juta NIK. Kok bocor 330 (juta)? Emang ada hantunya kita punya NIK?” tanyanya.

Namun, ia mengatakan pihaknya tetap mengupayakan agar data masyarakat Indonesia bisa tersimpan secara aman.

Selain itu, ia meminta instansi dan lembaga terkait untuk menjaga agar data tersebut tidak bocor.

“Karena itulah kami dari Kominfo meminta seluruh instansi atau lembaga yang mengumpulkan data pribadi untuk menjaganya. Jadi perlu dibangun sebuah sistem sehingga kebocoran data itu tidak terjadi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 337 juta data milik Dinas Dukcapil RI diduga bocor dan dijual di sebuah forum hacker.

Kabar kebocoran data Dukcapil ini diungkap oleh akun Twitter @DailyDarkWeb pada Sabtu (15/7/2023).

Akun tersebut menuliskan bahwa sang pengunggah di forum hacker itu memiliki 337.225.465 baris data.

Jumlah tersebut lebih banyak dari jumlah penduduk di Indonesia saat ini yang berada di angka 277 juta.*