Kemenag Izinkan ASN Ajukan Cuti Tahunan untuk Tunda Pulang Mudik

Gedung Kementerian Agama RI | Ist
Gedung Kementerian Agama RI | Ist

FORUM KEADILAN – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan izin bagi para pegawainya untuk menunda kepulangan dari kampung halaman ke Jakarta dengan mengajukan cuti tahunan.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kemenag Nomor SE 13 tahun 2023 tentang Cuti Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Agama Pasca Cuti Bersama dan Penyelenggaraan Kegiatan Pasca Idulfitri 1444 H.

Bacaan Lainnya

Edaran ini merujuk pada imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan kesempatan pada ASN hingga pegawai swasta untuk mengambil cuti tambahan.

Hal ini demi menghindari penumpukan kendaraan pada arus balik pada 24-25 April 2023 dan 1 Mei 2023 mendatang.

“Pimpinan satuan kerja/pejabat yang diberikan delegasi kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat memberikan cuti tahunan kepada pegawai ASN pasca cuti bersama Idulfitri 1444 Hijriah,” ujar Sekjen Kemenag Nizar dilansir dari siaran pers pada Rabu, 26/4/2023.

Dalam surat edaran tersebut diatur dengan mempertimbangkan beban kerja, sifat dan karakteristik tugas masing-masing satuan kerja.

Pemberian cuti tahunan dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“ASN yang mengajukan permohonan cuti tahunan dapat melengkapi dokumen cuti sehari setelah beraktivitas kembali,” tandasnya.

Berikut ketentuan lengkapnya:

1. Cuti Pegawai Aparatur Sipil Negara

a. Pimpinan Satuan Kerja/Pejabat yang diberikan delegasi kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat memberikan cuti tahunan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara Pasca Cuti Bersama Idulfitri 1444 Hijriah.

b. Cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf a diberikan bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara yang tidak ada keperluan mendesak untuk kembali beraktivitas di satuan kerja masing masing guna mewujudkan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan serta mencegah terjadinya penumpukan kendaraan pada puncak arus balik Idulfitri 1444 Hijriah yang diprediksi terjadi pada tanggal 24 dan 25 April 2023.

c. Pemberian cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, dilakukan dengan mempertimbangkan beban kerja, sifat, dan karakteristik tugas dari masing-masing satuan kerja.

d. Pemberian cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

e. Pegawai Aparatur Sipil Negara mengajukan permohonan cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam huruf a secara tertulis atau melalui media elektronik kepada Pimpinan Satuan Kerja/Pejabat yang diberikan delegasi kewenangan sebelum masa cuti berakhir dan melengkapi dokumen cuti 1 (satu) hari setelah beraktivitas kembali.

2. Penyelenggaraan Kegiatan Pasca Idulfitri 1444 Hijriah

Satuan kerja yang akan menyelenggarakan halalbihalal diimbau untuk menunda kegiatan sampai dengan awal pekan kedua setelah Idulfitri 1444 Hijriah (mulai tanggal 2 Mei 2023).

3. Pengendalian dan Disiplin Pegawai

Pimpinan Satuan Kerja agar:

a. melakukan pengendalian dan melakukan langkah yang diperlukan pada satuan kerja masing-masing untuk menjamin pelaksanaan Surat Edaran ini secara taat asas dan konsisten; dan

b. menjatuhkan hukuman disiplin kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara yang melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.*