Golkar Tolak PDIP Gabung Koalisi Besar Jika Tetap Inginkan Jatah Capres

Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum Golkar
Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum Golkar | Golkar

FORUM KEADILAN – Partai Golkar menolak PDIP masuk dalam Koalisi Besar jika tetap ingin kadernya yang maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

“Sudah diputuskan secara tidak langsung Ibu Mega sudah ‘PDIP tetap mencalonkan kadernya’. Nah, kalau itu jangan masuk ke sini,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid pada Senin, 10/4/2023.

Bacaan Lainnya

Nurdin juga mengakui Koalisi Besar akan menjadi lebih susah menentukan capres jika PDIP bergabung.

Hal ini lantaran masing-masing partai sudah menetapkan kadernya untuk maju dalam pilpres.

“PDIP kan sudah sepakat secara internal bahkan sudah diputuskan secara internal yang saya baca ya, mencalonkan kadernya, Golkar juga begitu telah memutuskan bahwa Airlangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nurdin juga menilai jika PDIP tak bergabung ke Koalisi Besar maka akan menghadirkan lebih banyak pasangan capres dan cawapres.

Kondisi ini baik untuk demokrasi.

“Itu akan menghadirkan tiga alternatif calon pemimpin dan ini mencerahkan demokrasi karena ada pilihan-pilihan yang bagus bagi rakyat,” ungkapnya.

Sebelumnya, wacana Koalisi Besar terungkap dalam pertemuan antara lima ketua umum partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi di Kantor DPP PAN pada Minggu, 2/3/2023 lalu.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP Mardiono.

PDIP yang tidak hadir dalam kesempatan tersebut membuka peluang untuk bergabung, namun meminta syarat kursi calon presiden.

“PDIP kalau ngambil posisi capres ya wajar-wajar saja, make sense lah. Bukan mau-maunya PDIP, enggak seperti itu. Sangat rasional,” ujar Ketua DPP PDIP, Said Abdullah pada Selasa, 4/4.*