Rafael Alun Trisambodo Bersuara Soal Pertambahan Harta yang Dianggap Tak Wajar

Rafael Alun Trisambodo
Rafael Alun Trisambodo.| Ist

FORUM KEADILAN – Mantan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo bongkar soal harta kekayaannya yang mendadak jadi sorotan warganet.

Ia berpendapat bahwa semua harta yang dimiliki selalu dilaporkan secara berkala sejak 2011.

Bacaan Lainnya

Termasuk sumber pendapatan yang lengkap.

Ia pun mengaku heran dengan penyelidikan yang dilakukan terkait harta kekayaannya.

Bahkan ia sempat beberapa kali diklarifikasi terkait asal muasal hartanya, baik oleh KPK pada 2016 dan 2021, serta Kejaksaan Agung pada 2012.

Rafael menyebut bahwa jumlah hartanya tak bertambah sejak 2011 lalu.

Pertambahan hanya terjadi pada nilai yang melesat karena peningkatan nilai jual objek pajak, bukan karena penambahan.

“Jadi kalau sekarang diramaikan dan dibilang tidak wajar hanya karena kasus yang dilakukan oleh anak saya, jadi janggal karena sudah sejak 2011 sudah dilaporkan,” ujarnya pada Minggu, 26/3/2023.

Rafael juga mengklaim bahwa perolehan hartanya sudah tercatat dalam surat pemberitahuan tahunan orang pribadi (SPT-OP) di Ditjen Pajak sejak 2002.

Ia menjadi salah satu pegawai pajak yang ikut program Tax Amnesty.

“Seluruh aset tetap tersebut sudah diikutkan program Tax Amnesty tahun 2016 dan juga diikutkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) tahun 2022. Sehingga saat ini seharusnya sudah tidak menjadi masalah” kata Rafael.

Inilah yang membuat Rafael keberatan atas tudingan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dialamatkan padanya.

Bahkan dia juga mempersoalkan keterangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pemblokiran rekening konsultan pajak karena diduga membantunya melakukan TPPU adalah tak berdasar.

Namun, ia mengaku tetap kooperatif dalam proses hukum bersama KPK demi membuktikan harta tersebut bukan berasal dari tindak korupsi atau pencucian uang.*