Astronot Muslim di Stasiun Luar Angkasa Ungkap Caranya Berpuasa Ramadan

Sultan Al-Neyadi, astronot muslim asal Uni Emirat Arab
Sultan Al-Neyadi, astronot asal Uni Emirat Arab | Gulf Today

FORUM KEADILAN – Para muslim di seluruh dunia menyambut Ramadan 2023, termasuk astronot muslim yang berada di stasiun ruang angkasa internasional (ISS), sekitar 430 kilometer (km) dari bumi.

Diketahui para astronot yang berada di sana melihat 16 matahari terbit dan terbenam dalam sehari.

Bacaan Lainnya

Di sana, ada seorang astronot muslim bernama Sultan Al-Neyadi dari Uni Emirat Arab (UEA).

Ia tiba di ISS pada 3 Maret lalu.

Saat ini, Al-Neyadi memiliki misi di ISS selama 6 bulan semenjak ia tiba di sana.

Untuk saat ini, misinya bersinggungan dengan bulan Ramadan yang dimulai pada tanggal 23 Maret 2023 lalu.

Al-Neyadi ternyata sempat memamparkan cara ia melewati bulan Ramadan sebagai astronot muslim yang tengah menjalani misi di luar angkasa.

“Enam bulan adalah durasi yang lama untuk sebuah misi, yang merupakan tanggung jawab besar,” ungkap Al-Neyadi dilansir dari CNN saat konferensi pers bulan Januari lalu.

Sebagai seorang astronot, ia pun mengkategorikan dirinya sebagai musafir.

Sehingga ia tak perlu berpuasa dan bisa menggantinya di hari lain.

“Puasa tidak wajib jika Anda merasa tidak enak badan. Jadi dalam hal itu — apa pun yang dapat membahayakan misi atau mungkin membahayakan anggota kru — kami benar-benar diizinkan untuk makan makanan yang cukup untuk mencegah peningkatan kekurangan makanan atau nutrisi atau hidrasi, ”kata Al-Neyadi.

Jika ia berpuasa, ia bisa mengikuti durasi Greenwich Mean Time (GMT) atau Coordinated Universal Time (UTC) yang digunakan sebagai zona waktu resmi di ISS.

“Jika kami memiliki kesempatan, pasti Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk berpuasa, dan itu sebenarnya menyehatkan,” ucap Al-Neyadi kepada wartawan dalam konferensi pers pada Januari.

Sebelum Al-Neyadi, diketahui ada beberapa astronot lain yang sudah melakukan perjalanan ke luar angkasa sebelumnya.

Pada 2007, astronot Malaysia Syekh Muszaphar Shukor menjadi astronot muslim yang melewati Ramadan di ISS.

Kala itu, Dewan Fatwa Nasional Islam Malaysia mengeluarkan pedoman khusus untuk memandunya dan astronot muslim lainnya di masa depan.

Dalam pedoman tersebut, Sukhor bisa menunda puasanya sampai kembali ke bumi atau jika mau berpuasa di ruang angkasa, astronot muslim itu bisa mengikuti zona waktu tempatnya diluncurkan.*