Manusia Bisa Multitasking, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi Multitasking
Ilustrasi Multitasking/Ist

FORUM KEADILAN – Siapa di sini yang suka ngaku sebagai multitasker? Pertanyaannya, apakah orang benar-benar bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu? Jawabannya tidak, multitasking adalah mitos.

Melansir ThoughtCo, Senin, 20/2/2023, otak manusia tidak bisa melakukan dua tugas atau lebih yang membutuhkan fokus dan konsentrasi otak.

Bacaan Lainnya

Menurut neuropsikolog Cynthia Kubu, manusia tercipta sebagai monotasker. Artinya, otak manusia hanya bisa fokus pada satu tugas dalam satu waktu.

Kubu menjelaskan, saat kita mengira melakukan banyak tugas, sering kali kita tidak benar-benar melakukan dua hal sekaligus. Sebaliknya, kita melakukan tindakan individu secara berurutan atau pengalihan tugas.

Multitasking justru bisa menghambat kinerja kita. Kok bisa? Iya, karena menurut studi otak kita tidak bisa fokus ke lebih dari satu hal.

Dalam kata lain, saat otak kita terus menerus pindah bagian, bolak-balik dari satu tugas ke tugas lain, maka fokus kita jadi kurang efisien dan cenderung membuat kesalahan.

“Semakin kita melakukan banyak tugas, semakin sedikit yang kita capai, karena perlahan kita kehilangan kemampuan untuk fokus,” kata Kubu.

Mungkin yang kerap disalahpahami dari multitasking adalah kontrol otak dibagi menjadi dua tahap saat mengatur pemrosesan tugasnya.

Pertama adalah pengalihan tujuan. Kontrol ini bakal terjadi saat kamu mengalihkan fokus dari satu tugas ke tugas lain yang harus diselesaikan.

Lalu tahap kedua, aktivasi aturan. Di mana tahap ini merupakan perintah agar otak menonaktifkan tugas sebelumnya yang sudah selesai, ke pengaturan untuk pindah ke tugas yang baru.

Jadi sebenarnya multitasking itu tidak ada. Kita hanya menyelesaikan satu tugas dengan cepat lalu berganti ke pekerjaan lain dalam waktu berdekatan.

Kubu juga menyarankan agar kita fokus pada satu tugas di satu waktu karena bisa bermanfaat bagi banyak aspek kehidupan.*