DKPP Periksa KPU Kota Jakarta Barat Soal Perekrutan PPK

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), Rabu, 15/2/2022. | Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di ruang sidang DKPP RI Jakarta, Rabu, 15/2/2022.

Perkara tersebut dilaporkan Ign Ditok Gagah Tricahya. Ia mengadukan Ketua dan Anggota KPU Kota Administrasi Jakarta Barat terkait perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Bacaan Lainnya

“Teradu I-V didalihkan membuat tahapan baru dalam proses rekrutmen dengan menambahkan tes komputer di luar tahapan perekrutan PPK untuk Pemilu 2024. Pengumuman tes komputer itu disampaikan tanpa surat, melainkan pesan WhatsApp,” katanya.

Tricahya juga menambahkan teradu IH Sumardi memberikan pertanyaan yang menyudutkan pengadu pada saat tes wawancara.

“Sementara itu, seluruh teradu juga didalilkan menyampaikan pengumuman hasil tes wawancara tanpa mencantumkan perolehan nilai. Hanya nama peserta yang lolos tes dan peserta terpilih sebagai PPK Kebon Jeruk,” jelasnya.

Kemudian, Ketua KPU Kota Jakarta Barat dan anggota diduga juga telah mengkondisikan peserta tertentu sehingga terpilih menjadi anggota PPK.

Sebelumnya, DKPP memanggil Ketua dan anggota KPU Kota Jakarta Barat terkait dugaan kode etik. Pengadu melaporkan H Sumardi, Nuraini, Maryadi, Endang Istianti, dan Novidiansyah Wamurga dengan jabatan masing-masing ketua dan anggota KPU Kota Jakbar.*

 

Laporan Merinda Faradianti