Kenali Program Prioritas Mendikdasmen Deep Learning, Pendekatan Bukan Kurikulum?
Mu’ti, menyebut bahwa perubahan kurikulum tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui evaluasi yang matang agar tidak membingungkan guru dan siswa yang saat ini sudah terbiasa dengan kurikulum Merdeka.
Ia juga menegaskan bahwasanya deep learning adalah pendekatan belajar untuk memperdalam pemahaman siswa, bukan kurikulum yang akan diterapkan.
“Deep learning itu bukan kurikulum, itu pendekatan belajar,” ujarnya usai acara “Pak Menteri Ngariung” bersama para sastrawan di halaman kantor Badan Bahasa, Jakarta, Jumat malam, 5/11/2024.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan deep learning dan mengapa istilah ini sering dikaitkan dengan kurikulum Merdeka Belajar?
Istilah deep learning sering disalahartikan sebagai sebuah kurikulum. deep learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran secara mendalam. Penggunaannya dalam konsep pendidikan lebih mengarah pada metode pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam terhadap suatu materi.
Konsep pembelajaran deep learning membuat siswa lebih bisa mengarahkan ilmu dan mengambil hal yang dipelajari untuk dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari nya.
Pendekatan pembelajaran ini menekankan siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi melalui pemecahan masalah yang dapat diatasi sesuai dengan yang dilakukan pada kehidupan sehari-hari berdasarkan ilmu yang telah didapat.
Jika diaplikasikan sebagai pendekatan pembelajaran, konsep deep learning dapat dipantau oleh tiga elemen utama nya yakni mindful learning, meaningful learning, dan joyfull learning.
Pada elemen mindful learning, para guru akan memperhatikan keunikan para siswa, termasuk potensi dan kebutuhan yang berbeda.
Kemudian elemen meaningful learning. Para siswa diajak memahami alasan di balik setiap materi pelajaran yang dipelajari dan pentingnya pelajaran itu bagi kehidupan nyata nantinya.
Terakhir adalah elemen joyfull learning. Metode ini menjadi pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar mengedepankan hal-hal yang menyenangkan dalam pembelajaran. Namun juga mengutamakan pemikiran yang mendalam dari para siswa terhadap setiap materi pembelajaran yang diajarkan.
Sehingga dengan sistem deep learning guru akan melibatkan siswa nya ke dalam pembelajaran yang mengaitkan materi ke pengetahuan siswa, tidak menghukum kesalahan dan menghargai usaha para siswa nya, serta bersikap adil dalam penilaian dalam pembelajaran.
Contoh dari deep learning sendiri yakni siswa akan diajak menciptakan suatu Karya yang kemudian diterapkan ke kehidupan sehari-hari.
Adanya pendekatan deep learning, diharapkan proses belajar mengajar di Indonesia dapat semakin mengembangkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mengaplikasikan nya ke dalam kehidupan nyata.
Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, akan terus mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak dalam proses evaluasi kebijakan, sehingga keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia.*
Laporan Zahra Ainaiya
