Jumat, 14 Agustus 2026
Menu

Sidang Tahunan 2026, Ketua MPR: Koperasi Desa Merah Putih Wujudkan Demokrasi Ekonomi

Redaksi
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR dan DPD dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang digelar Jumat, 14/8/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR dan DPD dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang digelar Jumat, 14/8/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan perekonomian Indonesia berdasarkan asas kekeluargaan.

Hal itu ia sampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR dan DPD dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang digelar Jumat, 14/8/2026.

Muzani mengatakan, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya diserahkan pada mekanisme persaingan bebas. Sebab, kondisi tersebut berpotensi membuat kelompok yang kuat semakin berkuasa, sementara kelompok yang lemah semakin tersisih.

“Demikian juga dengan koperasi desa merah putih, Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” kata Muzani.

Menurutnya, koperasi menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Dengan pengelolaan yang sehat dan profesional, koperasi dinilai dapat memperkuat posisi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Muzani menyebut koperasi dapat membantu petani memperkuat posisi tawar, membuka akses pasar bagi nelayan, serta mendorong pelaku usaha mikro untuk berkembang.

Selain itu, koperasi juga dinilai dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok sehingga nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama,” ujarnya.

Muzani menegaskan, keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari keberadaan atau jumlah koperasi yang terbentuk. Menurutnya, indikator utama keberhasilan koperasi adalah tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif dan meningkatnya pendapatan anggota.

Selain itu, kata dia, tata kelola koperasi yang semakin kuat serta meningkatnya kemandirian masyarakat juga menjadi ukuran penting.

“Keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola serta bertambahnya kemandirian masyarakat,” katanya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi