Kamis, 06 Agustus 2026
Menu

KOSPI Ancam Gelar Aksi Besar Jika Pemerintah Tak Segera Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan

Redaksi
Anggota MBG Watch Annette Mau di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5/8/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Anggota MBG Watch Annette Mau di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5/8/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Anggota MBG Watch Annette Mau menegaskan, Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (KOSPI) akan menggelar aksi besar apabila DPR dan pemerintah tidak segera menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan.

Annette mengatakan, desakan tersebut mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan pada Kamis, 30/7/2026. Menurutnya, putusan MK harus segera dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan pemerintah terhadap konstitusi.

“Kami menuntut tolong direspons ketika rakyat mengetuk gedung yang kami biayai dengan pajak kami ini, wakil rakyat yang kami biayai dengan pajak kami ini. Dan jika tuntutan kami tidak didengar, ketika pemerintah memilih nanti misalnya untuk buta dan tuli, kami akan melakukan aksi,” katanya, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5/8.

Ia menyatakan, bentuk aksi yang akan dilakukan bersama berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, KOSPI terus membangun konsolidasi dengan sejumlah kelompok publik, termasuk organisasi yang bergerak di bidang kesehatan.

“Lalu MBG akan menggerogoti anggaran yang mana lagi? MBG akan ngambil, nyolong, nilep dari anggaran yang mana lagi? Kesehatan kah? Jaminan sosial kah? Atau yang mana? Itu harus kita cermati bersama, awasi, dan pepet terus pemerintah untuk melakukan Putusan MK dengan tunduk dan patuh,” ujarnya.

Apabila hal tersebut tidak dijalankan, maka pihaknya akan menggalang dukungan publik untuk menggelar gerakan yang mereka sebut sebagai ‘Pajak Kembali Kepada Rakyat’.

“Dan jika itu tidak dilakukan, bisa kami kemudian menggalang rakyat untuk sebuah gerakan ‘Pajak Kembali Kepada Rakyat’. Pajak kembali kepada rakyat, karena saat ini pajak kita dipakai untuk MBG yang itu tidak kembali kepada kami sebagai sebuah kesejahteraan sosial,” tutupnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari