Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Pengamat Soroti Tafsir Adanya Jaringan Kekuasaan Lain
FORUM KEADILAN – Direktur NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli menilai, pernyataan eks Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah yang menyebut harta di rumahnya “ada pemiliknya” memunculkan tafsir mengenai kemungkinan adanya aktor atau jaringan kekuasaan lain di balik perkara tersebut.
Menurutnya, pernyataan itu dapat dibaca sebagai sinyal politik, meski bukan merupakan bukti adanya keterlibatan pihak tertentu.
Nasarudin mengatakan, perhatian publik tidak lagi semata tertuju pada status kepemilikan aset yang disita, tetapi juga pada munculnya pernyataan yang mengindikasikan keberadaan pihak lain.
“Yang menarik bukan hanya soal benar atau tidaknya klaim tersebut. Pernyataan itu membuka ruang tafsir bahwa ada aktor lain di luar dirinya. Dalam kajian politik kekuasaan, sinyal seperti ini dapat memengaruhi cara orang membaca sebuah jaringan,” kata Nasarudin kepada Forum Keadilan, Jumat, 17/7/2026.
Menurut Nasarudin, dalam jaringan kekuasaan yang tertutup, stabilitas sangat bergantung pada kepercayaan antarpihak. Karena itu, setiap pernyataan yang memberi ruang tafsir mengenai keberadaan aktor lain dapat memunculkan dinamika baru di internal jaringan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tafsir politik tersebut tidak dapat disamakan dengan pembuktian hukum. Penentuan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat tetap menjadi kewenangan penyidik berdasarkan alat bukti.
Sebelumnya diketahui, Febrie Adriansyah menyampaikan klarifikasi dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, pada Jumat, 10/7. Saat itu, ia mengakui rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang digeledah penyidik merupakan rumah pribadinya.
Namun, terkait uang tunai dan emas yang ditemukan penyidik, Febrie mengatakan barang-barang tersebut memiliki pemilik.
“Mengenai uang yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan, itu bisa juga ditanya,” ujar Febrie dalam konferensi pers, Jumat, 10/7.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
