Bawa Anak Pahlawan Sayuti Melik ke STPL di Bekasi, Mensos Akui Baru Tahu Setelah Viral
FORUM KEADILAN – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengambil langkah cepat setelah mengetahui kondisi Heru Baskoro (85), putra Pahlawan Nasional Sayuti Melik, yang ditemukan hidup terlantar di Bekasi, Jawa Barat.
Gus Ipul mengatakan, begitu menerima informasi tersebut, Kemensos langsung mengirimkan tim ke lokasi dan membawa Heru ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi untuk mendapatkan penanganan.
“Oh iya, kita kan baru tahu juga, langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra (STPL) milik Kemensos di Bekasi,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rabu,15/7/2026.
Menurutnya, Heru akan menjalani serangkaian rehabilitasi sesuai dengan hasil asesmen yang dilakukan petugas. Penanganan tersebut meliputi rehabilitasi medis maupun rehabilitasi lain yang dibutuhkan.
“Tapi untuk sementara tinggal di sentra kita, kemudian kita lakukan pendampingan, dan ke depan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pemberian bantuan tempat tinggal, Gus Ipul menegaskan, seluruh bentuk bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan program yang dimiliki Kemensos.
“Ya tentu akan kita lakukan asesmen. Kalau memang harus diberikan bantuan, kita akan berikan bantuan. Sesuai dengan semua program yang dimiliki oleh Kementerian Sosial. Semua kemungkinan ada (diberikan rumah),” jelasnya.
Gus Ipul mengakui pihaknya baru mengetahui kondisi anak dari tokoh pengetik naskah Proklamasi tersebut. Karena itu, Kemensos kini kembali melakukan audit dan konsolidasi data, termasuk terhadap keluarga para pahlawan nasional.
“Kita juga baru tahu ya. Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah data menjadi sangat penting, dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data. Jadi kita tidak akan lakukan tindakan kalau kita tidak memiliki data yang baik,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan, hingga saat ini belum ada komunikasi langsung dari keluarga Sayuti Melik lainnya kepada Kemensos. Penanganan dilakukan setelah viral di media sosial.
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan, layanan residensial di sentra Kemensos tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga pahlawan, melainkan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial sementara.
“Sebenarnya secara keseluruhan ya, tidak hanya keluarga pahlawan saja. Siapa pun yang membutuhkan layanan residensial, kita memiliki sentra-sentra untuk menampung,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
