Selasa, 14 Juli 2026
Menu

Asisten John Field Ungkap Biaya Hiburan untuk Pejabat Bea Cukai Berkode ‘Sales 02’

Redaksi
Tiga terdakwa pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 14/7/2026 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Tiga terdakwa pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 14/7/2026 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Asisten pribadi Direktur PT Blueray Cargo John Field, Yohanes Setiawan mengungkap adanya biaya entertainment atau hiburan yang dicatat perusahaan dengan kode ‘Sales 02’ dan ditujukan untuk sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada Kementerian Keuangan.

Hal tersebut diungkapkan Yohanes saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan korupsi terhadap pejabat Bea Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 14/7/2026. Dirinya bersaksi untuk dua terdakwa, yakni Rizal selaku mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC dan Sisprian Subiaksono selaku mantan Kasubdit Intelijen pada Direktoran P2 DJBC.

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan kepada Yohanes mengenai adanya penyiapan biaya entertainment bagi pihak Bea Cukai. Menjawab pertanyaan tersebut, ia menjelaskan bahwa biaya tersebut bukan merupakan penyiapan uang tunai, melainkan pengeluaran untuk kegiatan hiburan yang kemudian dicatat oleh bagian keuangan perusahaan.

“Sifatnya bukan penyiapan sih, Pak. Tapi lebih entertain. Terus kita catat di divisi keuangan kita. Entertainnya dengan pihak Bea Cukai. Dan di kantor kita disebutkan kodenya ‘Sales 02’,” ujar Yohanes dalam ruang sidang.

Jaksa kemudian menanyakan bentuk entertainment yang dimaksud, serta pihak-pihak yang terlibat. Ia menjelaskan, salah satu hiburan yang pernah ia ikuti berlangsung di Spectra Grand Mercure bersama Orlando Hamonangan selaku Kasie Intelijen Kepabeanan I P2 DJBC.

Menurutnya, seluruh biaya kegiatan tersebut dibayarkan menggunakan kartu kredit (CC) perusahaan.

“Contoh yang saya alami langsung adalah yang di Grand Mercure, karaoke dengan Pak Orlando. Di Spectra Grand Mercure. Nah itu CC untuk bayar,” jelasnya.

Penuntut umum lantas menanyakan apakah kartu kredit tersebut sudah disiapkan oleh PT Blueray Cargo untuk menanggung seluruh tagihan kegiatan entertainment pejabat DJBC.

Yohanes membenarkan. Ia mengatakan, dirinya hanya bertanggung jawab menangani kegiatan entertainment untuk Orlando. Sementara untuk pejabat Bea Cukai lainnya, tugas tersebut dilakukan oleh staf lain.

“Kalau saya, untuk Pak Orlando, yang saya pernah perginya langsung,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai besaran biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan bersama Orlando, Yohanes mengaku tidak lagi mengingat angka pastinya. Namun, ia memperkirakan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Ratusan juta mungkin ya, saya tidak bisa menyebutkan jumlah secara eksaknya, Pak,” katanya.

Jaksa kemudian memastikan kembali apakah nilai tersebut mencapai miliaran rupiah. Yohanes menegaskan, pengeluarannya tidak sampai miliaran.

“Enggak, mungkin Rp100 juta ya. Untuk tadi lima kali yang saya siapkan itu. Di Spectra Grand Mercure saja,” tutupnya.

Sebelumnya, tiga pejabat DJBC didakwa menerima suap sebesar Rp61 miliar dan gratifikasi dari pengusaha importir lain sebesar Rp8 miliar. Tiga terdakwa tersebut ialah, Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC tahun 2024-2026 Rizal, Kasubdit Intelijen P2 Sisrprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan selaku Kasie Intelijen Kepabeanan I P2.

Suap tersebut diberikan oleh pengusaha PT Blueray Cargo, yakni John Field dan dua anak buahnya. Pemberian tersebut diberikan selama tujuh kali, yakni sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Selain uang, para terdakwa juga turut menerima fasilitas hiburan dan barang mewah.

Dalam surat dakwaan, Rizal disebut memperoleh Rp14 miliar, Sisprian mendapat Rp7 miliar dan Orlando sebesar Rp4,05 miliar. Sedangkan fasilitas hiburan yang turut diberikan sebesar Rp1,8 miliar dan barang mewah berupa jam tangan TAG Heuer sebesar Rp65 juta dan mobil Mazda CX-5 senilai Rp330 juta.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi