Minggu, 14 Juni 2026
Menu

Golkar Bantah Wacana Bahlil Maju Pilpres 2029 Efek Popularitas Lagu ‘MBG’

Redaksi
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham membantah munculnya wacana Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia masuk dalam bursa calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 karena popularitasnya kian meroket usai lagu ‘MBG (Mas Bahlil Ganteng)’.

Menurut Idrus, spekulasi tersebut tidak memiliki dasar karena hingga saat ini Bahlil tidak pernah membicarakan ambisi politik menuju kontestasi Pilpres mendatang.

Idrus menegaskan, sejak dipercaya memimpin Partai Golkar, fokus utama Bahlil adalah memperkuat konsolidasi internal partai, meningkatkan perolehan kursi Golkar pada pemilu mendatang, serta mendukung kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 11/6/2026.

Menurut Idrus, menarik isu popularitas Bahlil langsung ke arah pencalonan presiden merupakan penafsiran yang terlalu jauh dan berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian utama Partai Golkar saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sukses. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan saat ini akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional pada periode berikutnya.

“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” katanya.

Lebih lanjut Idrus menilai, Bahlil memiliki karakter politik yang berbeda karena ditempa melalui proses panjang sebagai aktivis dan kader partai. Oleh sebab itu menurutnya, Bahlil tidak dapat disamakan dengan politisi lain yang muncul dalam berbagai spekulasi politik.

“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” ujarnya.

Idrus juga menegaskan, selama ini Bahlil dikenal sebagai sosok yang konsisten antara ucapan dan tindakan politiknya.

“Pak Bahlil selama ini menyampaikan gagasan, pikiran, sikap dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” katanya.

Konsistensi tersebut, lanjut Idrus, terlihat sejak Bahlil dipercaya memimpin Partai Golkar hingga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini. Karena itu, fokus Bahlil tetap diarahkan pada penguatan partai dan mendukung jalannya pemerintahan.

“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” tutur Idrus.

Ia menegaskan bahwa Partai Golkar saat ini berada pada posisi mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan pemerintah menjadi prioritas utama karena akan menentukan arah politik nasional pada masa mendatang.

“Pemimpin kita adalah Pak Prabowo sekarang. Bagaimana pemerintahan ini sukses. Kalau Pak Prabowo sukses, tentu itu bisa menjadi eskalator menuju periode selanjutnya,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari