Media Israel Duga Netanyahu Perpanjang Perang Demi Kepentingan Politik-Pribadi
FORUM KEADILAN – Surat kabar Israel Haaretz mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM), Benjamin Netanyahu, sengaja memperpanjang di Jalur Gaza dan Lebanon, demi kepentingan politik dan pribadinya.
Haaretz berpendapat bahwa Netanyahu kembali mendorong perang, menyusul kegagalan perang dengan Iran.
“Mustahil untuk tidak mencurigai bahwa pertumpahan darah dimaksudkan untuk memenuhi tujuan politik dan pribadi perdana menteri,” demikian tulisan di editorial Haaretz.
Surat kabar tersebut mengacu pada perkembangan di Lebanon selatan, di mana ratusan ribu penduduk diperintahkan meninggalkan daerah selatan Sungai Zahari, setelah ditetapkan sebagai zona pertempuran oleh Israel.
Perkembangan terakhir di Lebanon, termasuk pembunuhan di Beirut, disebut menandakan adanya eskalasi parah dan upaya untuk terus menarik Hizbullah ke dalam perang habis-habisan dengan Israel.
Mereka menyoroti pengumuman Netanyahu yang menginstruksikan militer Israel untuk memperluas kendali Israel di Gaza, dari 60 persen menjadi 70 persen.
Dengan dalih gencatan senjaat di Lebanon dan Gaza yang tak dipatuhi, tentara tetap memperluas wilayah di kedua zona pertempuran tersebut.
Menurut Haaretz, Israel menggambarkan eskalasi di Lebanon sebagai upaya untuk menghentikan serangan drone Hizbullah.
“Alih-alih mengakui batasan kekuatan, pemerintah (Israel) malah memerintahkan militer mengintensifkan serangan dan memperdalam pendudukan,” demikian bunyi editorial itu.
Haaretz mengatakan bahwa perang di Lebanon “sia-sia dan tidak ada gunanya”, bahkan tidak diketahui tujuannya, ke mana arahnya, dan berapa lama akan berlangsung.
“Perang seperti itu harus segera diakhiri. Setiap hari adalah hari pembunuhan yang tidak perlu,” sambungnya.
Media itu juga memperingatkan eskalasi baru di Gaza. Surat kabar tersebut mendesak dukungan terhadap inisiatif “Dewan Perdamaian” Trump, dan menyerukan upaya menahan eskalasi militer lebih lanjut.
“Semakin cepat konflik ini diakhiri, di Gaza dan Lebanon, semakin sedikit kerusakan yang ditimbulkan.” *
