Rabu, 15 April 2026
Menu

Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz

Redaksi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. | Dok The White House Washington
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. | Dok The White House Washington
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu, 12/4/2026, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz.

Keputusan tersebut diambil usai Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya dalam perundingan damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu, 11/4/2026.

Walaupun pembicaraan maraton disebut berjalan cukup baik dan sebagian besar poin sudah disepakati, isu program nuklir tetap menjadi ganjalan utama.

Trump menegaskan bahwa blokade akan segera diberlakukan terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di platform Truth Social, seperti dikutip AFP.

Ia juga mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.

“Setiap warga Iran yang menembaki kami atau kapal, akan DIHANCURKAN!” ujarnya.

Wakil Presiden AS JD Vance pun meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan usai melakukan pembicaraan dengan delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pertemuan tersebut menjadi pertemuan tingkat tertinggi antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979.

Diketahui, delegasi Iran juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Abbas Aragahchi.

V “Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah pihak Iran menerimanya,” ujarnya kepada wartawan.

Donald Trump mengakui bahwa pembicaraan berjalan “baik” dan “sebagian besar poin telah disepakati”, tetapi, Iran tetap menolak untuk mengalah terkait program nuklirnya. Hal tersebut menjadi alasan utama kegagalan kesepakatan damai.

Dalam pernyataan panjang itu, Trump juga mengkritik Iran yang sebelumnya menjanjikan akan membuka kembali Selat Hormuz, yang dinilai gagal memenuhi janji tersebut.

Trump kemudian menuduh Iran menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz, walaupun sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran disebut sudah dihancurkan.

 “Mereka mengatakan menaruh ranjau di air, meskipun seluruh angkatan laut mereka, dan sebagian besar ‘penebar ranjau’ mereka, telah dihancurkan. Mereka mungkin melakukannya, tetapi kapal mana yang mau mengambil risiko?” ujar Trump.

Selat Hormuz pun telah terhambat selama berminggu-minggu sejak AS-Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran lebih dari enam minggu lalu.

Pada Sabtu, militer AS mengumumkan bahwa dua kapal perang mereka sudah melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari operasi awal pembersihan ranjau. *