Selasa, 07 April 2026
Menu

Rumah Dinas Rampung Direnovasi, Gubernur Kaltim Ngaku Tak Tahu Anggaran hingga Rp25 M

Redaksi
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILANGubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, menanggapi viralnya anggaran renovasi rumah dinas yang disebut mencapai Rp25 miliar. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak secara langsung mengetahui detail besaran anggaran tersebut karena seluruh proses penganggaran dilakukan oleh tim pemerintah daerah.

Rudy mengaku hanya tahu, rumah dinas yang direnovasi bukan hanya untuk gubernur, tetapi juga mencakup fasilitas untuk wakil gubernur serta sejumlah bangunan pendukung seperti pendopo dan guest house.

“Itu bukan hanya untuk rumah gubernur saja, tapi juga wakil gubernur dan fasilitas lainnya,” katanya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7/4/2026.

Ia menilai, rumah dinas perlu direnovasi karena sudah lama tidak digunakan, bahkan lebih dari 10 tahun. Renovasi dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi bangunan sebagai pusat kegiatan pemerintahan, termasuk menerima tamu dan menyelenggarakan berbagai acara resmi.

Menurut Rudy, kompleks rumah dinas tersebut memiliki sejumlah fasilitas, seperti Aula Bebaya dan Oda Etam yang mampu menampung ratusan hingga lebih dari seribu orang. Selain itu, terdapat pula guest house yang pernah digunakan sebagai tempat menginap tamu negara, termasuk pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Terkait besaran anggaran, Rudy menyebut prosesnya telah melalui mekanisme yang berlaku, mulai dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga pembahasan bersama DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Ia juga menegaskan bahwa pengerjaan renovasi kini telah selesai.

“Rumah dinasnya sudah selesai dan sekarang kami tempati. Ini untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kerja karena lokasinya berdekatan dengan kantor gubernur,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan saat ini dirinya telah tinggal di rumah dinas tersebut guna menunjang produktivitas kerja sehari-hari. Selain itu, sejumlah perbaikan dilakukan karena banyak fasilitas yang sebelumnya tidak layak pakai, seperti perabotan, instalasi listrik, hingga perlengkapan elektronik.*

Laporan oleh: Novia Suhari