Resmi! Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi hingga Pertalite 50 Liter per Hari Mulai 1 April
FORUM KEADILAN – Pemerintah resmi membatasi pembelian BBM subsidi, pertalite dan solar, 50 liter per hari mulai Rabu, 1/4/2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan langkah tersebut diambil untuk memastikan distribusi BBM lebih adil.
“Untuk memastikan distribusi BBM yang lebih adil dan merata, pembelian BBM subsidi dilakukan melalui penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari,” ujarnya dalam konferensi pers, pada Selasa, 31/3/2026.
Tetapi, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan umum untuk orang dan barang.
“Pengaturan ini mulai berlaku per 1 April 2026,” katanya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong agar masyarakat bijak saat membeli BBM. Menurutnya, satu mobil pribadi cukup diisi 50 liter per liter.
“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter Itu tanki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana,” kata Bahlil.
Menurutnya, di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah membutuhkan kerjasama dengan masyarakat. Salah satunnya, warga dapat mendukung dengan mengisi BBM secara bijak.
“Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” tuturnya.
Sebagai informasi, eskalasi konflik di Timur Tengah sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu menyebabkan harga minyak mentah dunia menembus US$100 per barel. Hal tersebut tidak lepas dari terganggunya distribusi pasokan minyak usia Iran membatasi akses Selat Hormuz yang adalah jalur perdagangan dunia.
Harga minyak Brent kontrak Mei turun US$1,22 atau 1,08 persen menjadi US$111,56 per barel usai sebelumnya sempat naik 2 persen. Sementara kontrak yang lebih aktif untuk Juni berada di level US$105,76 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak Mei juga turun 98 sen atau 0,95 persen ke posisi US$101,90 per barel, usai sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret pada awal perdagangan.
Sebagai pembanding, pada 27 Februari, sehari sebelum serangan AS-Israel dimulai terhadap Iran, harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing berada di level US$72,48 dan US$67,02 per barel. *
