Rabu, 04 Maret 2026
Menu

Ermanto Usman Disebut Pernah Dipecat Dua Kali dari Pelindo

Redaksi
Kakak kandung Pengurus Perkumpulan Pensiunan JICT Ermanto Usman berinisial DS di di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa, 3/3/2026 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Kakak kandung Pengurus Perkumpulan Pensiunan JICT Ermanto Usman berinisial DS di di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa, 3/3/2026 | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILANKeluarga menyebut bahwa aktivis pengungkap dugaan korupsi pelabuhan, Ermanto Usman, pernah dipecat dua kali dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Hal itu diungkapkan oleh kakak kandung korban berinisial DS saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Mulanya, ia menceritakan soal sepak terjang aktivisme Ermanto semasa hidupnya. DS mengenang sosok Ermanto sebagai orang yang idealis.

“Terutama saat dia masih aktif bekerja membela pekerja. Kan dia ketua serikat pekerja di BUMN, PT Pelabuhan Indonesia, Jakarta International Container Terminal (JICT). Kemudian juga dia idealis termasuk masalah juga kepentingan bangsa,” katanya kepada wartawan, Selasa, 3/3/2026.

Ia lantas mengatakan bahwa Ermanto pernah dipecat dari Pelindo sebanyak dua kali. Namun, jabatannya sempat dipulihkan kembali oleh Menteri Perhubungan.

“Dan dua kali dipecat di Pelindo. Nah pada saat dipecat itu akhirnya dibatalkan lagi oleh Menteri Perhubungan. Karena waktu itu induknya kita itu kan ke Kementerian Perhubungan. Nah dua kali dia dipecat itu dua kali juga mendapat pemulihan gitu ya,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pemecatan tersebut karena Ermanto mengkritik kebijakan perusahaan.

“Ya karena memang mengkritik kebijakan yang tidak sesuai prosedur,” tambahnya.

Meski pihak keluarga sudah berulang kali menyarankan kepada Emanto untuk berhenti dari aktivismenya, namun, saran tersebut tak diindahkan olehnya.

“Jadi memang karena memang jiwanya patriot seperti itu ya gitu ya memang pihak keluarga sudah menyarankan untuk menghentikan itu dia tetap jalan terus,” katanya.

Sebelumnya, Ermanto Usman diserang oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 2/3, dini hari.

Dirinya meninggal di Rumah Sakit Primaya, Bekasi Barat. Selain Ermanto, istrinya juga menjadi korban dalam tragedi tersebut dan kini masih dalam kondisi kritis.*

 

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi