Selasa, 10 Februari 2026
Menu

Istana Pastikan Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar dengan APBN

Redaksi
Kereta Cepat Whoosh | Ist
Kereta Cepat Whoosh | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan bahwa utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk membayar utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

“Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN),” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan bahwa Istana mendapatkan laporan rapat terakhir tentang pembayaran utang itu masih dalam proses pembicaraan teknis. Negosiasi pelunasan utang itu akan dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.

“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara Jadi masih ada finalisasi Sekarang proses negosiasi atau Pembicaraan teknisnya itu Langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo menegaskan pemerintah Indonesia akan membayar kewajiban sebesar Rp1,2 triliun per tahun. Menurutnya, pemerintah siap menanggung tanggung jawab finansial proyek tersebut.

“Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” ujar Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa, 4/11/2025.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menolak penggunaan APBN untuk pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Purbaya menjelaskan seharusnya Danantara yang bertanggung jawab atas utang itu. Sejak Maret 2025, negara tidak lagi menerima setoran dividen BUMN, dikarenakan dialihkan ke Danantara.

“Yang jelas saya sekarang belum dihubungi. Kalau di bawah Danantara mereka kan sudah manajemen sendiri, punya dividen sendiri yang rata-rata bisa (Rp) 80 triliun lebih, harusnya mereka sudah di situ jangan di kita lagi (Kemenkeu),” kata Purbaya secara daring dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu, 12/10/2025.

Sebagai informasi, total biaya proyek Whoosh mencapai USD7,27 miliar atau sekitar Rp120 triliun (kurs Rp16.570 per dolar AS), termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) senilai USD1,2 miliar atau Rp19,8 triliun. *