Pakai Pola Baru, BEM UI Demo di Tugu Tani Tanpa Almamater dan Datang Terpisah
FORUM KEADILAN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengungkap alasan pemilihan lokasi titik demonstrasi di Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 20/10/2026. Selain itu, mahasiswa juga tidak lagi mengenakan almamater kampusnya dan memilih datang ke titik aksi secara terpisah.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menjelaskan bahwa hal ini guna mengantisipasi hambatan sebelum mahasiswa tiba di titik aksi. Selain itu, BEM UI juga mau menguji pola demonstrasi yang lebih fleksibel dengan jumlah massa yang terbatas.
Ia mengungkap adanya tantangan menggelar aksi tanpa almamater kampus, salah satunya ialah potensi penyusupan. Namun, pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumal cara agar peserta aksi tetap terkoordinasi.
“Nah, sebenarnya itu memang sebuah tantangan, tapi kita sudah menyiapkan mekanisme sih supaya kita bisa terhindar dari provokasi di antara kita gitu,” ujar Fathimah di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Fathimah mengatakan, BEM UI juga mencoba pendekatan aksi yang lebih santai dan tidak sepenuhnya diisi orasi. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan bisa lebih mudah berkoordinasi selama kegiatan berlangsung.
“Kemudian memang itu salah satu alasan juga kenapa model aksinya memang kita buat yang lebih refresh dulu, mungkin nggak full orasi dan sebagainya, di mana teman-teman mungkin bisa lebih terkoordinasi dan sebagainya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta aksi pada demonstrasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Giberan tidak sebanyak demonstrasi sebelumnya. Untuk itu, kata dia, pihaknya mau melihat bagaimana pola aksi berjalan tanpa adanya alamamater.
“Dan secara jumlah juga hari ini tidak sebanyak aksi massa yang pertama dan sebelumnya ya. Jadi ini memang salah satu bentuk kita mencoba juga bagaimana sih kalau seandainya tidak memakai almamater dan sebagainya,” jelasnya.
Di sisi lain, ia turut menjelaskan ihwal kedatangan aksi para demonstran secara terpisah, yang tidak lagi mengandalkan Kopaja atau datang secara bersamaan menuju titik aksi.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa kali pihaknya mengalami hambatan saat tiba ke lokasi aksi, yakni mulai adanya pencegatan oleh polisi.
“Karena kita kan sudah berkali-kali juga ya dicegat, bahkan bukan cuma dicegat aja tapi si Kopaja kita juga tiba-tiba membatalkan diri terakhir kali ya kan,” ujarnya.
Melalui pola keberangkatan terpisah, BEM UI berharap mahasiswa bisa berkumpul dengan lebih mudah tanpa mengalami hambatan sebelum mencapai lokasi aksi. Fathimah menilai, kendala perjalanan juga dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta ketika tiba di titik demonstrasi.
“Jadi kita mau coba apakah kita bisa mencoba cara-cara yang lebih cair, yang lebih memudahkan kita untuk berkumpul bareng tanpa adanya hambatan, karena sebetulnya hambatan ketika kita belum mencapai titik aksi itu sangat mempengaruhi kondisi psychologic kita ketika kita ada di titik aksi gitu,” katanya.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi
