Selasa, 13 Oktober 2026
Menu

Bahlil Jadi Menteri Terburuk Versi Survei CELIOS, Golkar: Konspirasi Politik

Redaksi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 13/10/2026. | Dok Novia Suhari/ Forum Keadilan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 13/10/2026. | Dok Novia Suhari/ Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mempertanyakan hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai pejabat dengan skor terendah atau terburuk yakni -159.

Survei yang dirilis pada 11–13 Oktober 2026 tersebut dinilai tidak sejalan dengan nalar dan fakta yang ada. Bahkan, Idrus mempertanyakan apakah survei tersebut murni merupakan penilaian publik atau justru berkaitan dengan konspirasi politik.

“Secara sederhana, kesimpulan kami sebagai respons terhadap hasil survei yang dilakukan CELIOS itu sebagaimana tertera dalam judul press release kami, yaitu ketika angka berseberangan dengan nalar dan fakta,” katanya, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 13/10/2026.

Ia kemudian mempertanyakan apakah hasil survei tersebut hanya sebatas penilaian berdasarkan persepsi atau memiliki tujuan politik tertentu.

“Apakah ini survei atau sudah merupakan konspirasi politik? Bahkan, lebih jauh, apakah ini survei atau sudah merupakan sebuah inspirasi gerakan skenario politik?” ujarnya.

Idrus menilai, hasil survei CELIOS berulang kali menempatkan Bahlil Lahadalia dalam posisi sebagai salah satu menteri dengan penilaian terburuk. Menurutnya, pola tersebut terlihat sejak evaluasi 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga evaluasi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menyebut, dalam sejumlah survei sebelumnya, Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi, kembali mendapatkan penilaian buruk dari CELIOS.

“Pada evaluasi 100 hari Kabinet Prabowo, CELIOS sudah mengeluarkan satu penilaian di mana Bung Bahlil Lahadalia dimasukkan sebagai salah satu menteri yang terburuk,” ungkapnya.

Idrus melanjutkan, penilaian serupa kembali muncul dalam survei yang mengevaluasi satu tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran. Pada survei tersebut, Bahlil juga ditempatkan pada posisi sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk.

Ia menilai pengulangan penilaian tersebut perlu dipertanyakan, meskipun CELIOS mungkin menganggapnya sebagai bentuk konsistensi hasil survei.

“Nah, mungkin CELIOS mengatakan ini adalah konsisten. Konsisten menempatkan Menteri ESDM pada posisi sebagai menteri terburuk,” tuturnya.

Tidak hanya survei, kata Idrus, CELIOS juga mendesak untuk melakukan perombakan atau reshuffle kabinet setelah hasil evaluasi tersebut dirilis. Kondisi itu membuatnya mempertanyakan apakah survei tersebut benar-benar bertujuan mengevaluasi kinerja pemerintah atau justru menjadi bagian dari skenario politik.

“Itulah sebabnya saya katakan, ini apa hasil survei atau ini merupakan konspirasi politik? Karena ujung-ujungnya sudah reshuffle kabinet. Terburuk, reshuffle kabinet,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari