Prabowo: Kita Sedang Bicarakan Hak Mengangkat Guru Kembali ke Pemerintah Pusat
FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan mengambil alih proses pengangkatan guru.
Ia menyebut kebijakan ini untuk dapat melahirkan sistem rekrutmen yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas.
“Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Rabu, 16/9/2026.
Prabowo menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru.
Prabowo juga menyinggung penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah yang menghadirkan tantangan tersendiri.
Ia menegaskan, pemerintah perlu berani melihat kenyataan di lapangan.
Menurutnya, proses pengangkatan guru harus sesuai kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan atas dasar kedekatan pribadi atau kepentingan politik.
“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” tuturnya.
Kepala Negara itu menjelaskan pemerintah juga mempertimbangkan langkah untuk pemberian kursus hingga program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik.
Langkah itu, lanjutnya, agar guru dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan teknologi pendidikan.
Selain memperbaiki rekrutmen dan pendidikan guru, Prabowo juga mengungkapkan tengah mendesain rencana program percepatan dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu sekolah-sekolah yang paling tertinggal.
“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata Prabowo.
Menurutnya, alternatif lainnya adalah melibatkan aparatur sipil negara yang sudah bekerja untuk mengikuti penugasan singkat membantu sekolah tertentu. Penugasan dapat dilakukan selama dua atau tiga minggu dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” pungkasnya. *
