Senin, 11 Mei 2026
Menu

Menag Klaim Kerukunan Indonesia Capai Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah

Redaksi
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu, 9/5/2026 | YouTube Komsos Keuskupan Agung Jakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu, 9/5/2026 | YouTube Komsos Keuskupan Agung Jakarta
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri perayaan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta pada Sabtu, 9/5/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengklaim bahwa tingkat kerukunan masyarakat, kini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka. Dirinya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei terbaru, indeks kerukunan masyarakat Indonesia mencapai 87 persen.

“Dan juga survei membuktikan semenjak Republik Indonesia ini merdeka, alhamdulillah kita juga berhasil naik pada peringkat paling tinggi, 87 persen. Berarti kita mencapai puncak kerukunan tertinggi semenjak Republik Indonesia ini merdeka,” ungkap Nasaruddin.

Selain itu, Nasaruddin juga menyinggung Jakarta yang disebut sebagai ibu kota kedua paling damai di Asia Tenggara. Kondisi tersebut, tutur Nasaruddin, menjadi bukti kuat kehidupan toleransi dan keberagaman di Indonesia berjalan baik.

“Dalam satu survei yang terakhir, Jakarta adalah ibu kota kedua terukun damai di Asia Tenggara, mengalahkan yang lain-lain. Jadi saya kira ini pertama dalam sejarah,” kata dia.

Ia memandang bahwa simbol kerukunan di Indonesia salah satunya dapat dilihat dari keberadaan terowongan pengubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang dikenal dengan nama Terowongan Silaturahmi.

“Ini bisa kita lihat membuktikan kita berdiri di atas tunnel Silaturahmi yang menghubungkan Istiqlal dengan Katedral. Ini luar biasa,” ujar Nasaruddin.

Ia pun mengucapkan selamat atas Keuskupan Agung yang kini berusia ke-219 tahun. Nasaruddin berharap agar Katedral Jakarta bisa terus menjadi simbol kemanusiaan dan peradaban di Indonesia.

“Katedral dan Istiqlal itu adalah rumah kemanusiaan. Dan idealnya, semua rumah ibadah itu juga menjadi rumah kemanusiaan,” tuturnya.

Adapun acara ini dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, hingga tokoh lintas agama lainnya.*