Kamis, 18 Juni 2026
Menu

KPK Tambah Barang Bukti, Dua Mobil Noel Disita dalam Perkara Sertifikasi K3

Redaksi
Mobil BAIC milik mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang disita KPK, Selasa, 9/9/2025 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Mobil BAIC milik mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang disita KPK, Selasa, 9/9/2025 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita dua unit mobil mewah yang diduga terkait dengan tersangka Imanuel Ebenezer Gerungan (IEG) alias Noel dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemerasan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kedua mobil tersebut bermerk Mercedes-Benz (Mercy) dan BAIC. Penyitaan dilakukan setelah KPK sebelumnya menelusuri keberadaan tiga kendaraan roda empat yang disebut berada dalam penguasaan Noel.

“Hari ini KPK kembali melakukan penyitaan terhadap dua kendaraan roda empat yang diduga terkait dengan salah satu tersangka, yaitu IEG,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 9/9/2025.

Menurut Budi, dari tiga mobil yang ditelusuri, satu di antaranya sudah lebih dulu diserahkan ke KPK, sementara dua lainnya baru dibawa hari ini.

“Sebelumnya kami sampaikan bahwa KPK sedang melakukan penelusuran terhadap tiga kendaraan roda empat yang diduga terkait perkara ini dan dikuasai oleh saudara IEG. Dari tiga itu, sebelumnya satu sudah diantarkan ke KPK dan hari ini dua kendaraan lainnya juga diantarkan,” katanya.

Budi menambahkan, total aset kendaraan yang disita penyidik cukup banyak, baik roda dua maupun roda empat. Namun, jumlah keseluruhan masih akan dipastikan kembali.

“Nanti kami akan cek totalnya berapa, karena memang cukup banyak kendaraan yang sudah disita dari beberapa tersangka ataupun pihak terkait lainnya,” tutur Budi.

Ia menegaskan, penyidikan perkara ini masih terus berproses. Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan pemerasan terkait proses sertifikasi K3 di Kemenaker.

Laporan oleh: Muhammad Reza