Capim KPK Sepi Peminat, ICW: Figur Potensial Trauma dan Kurang Kepercayaan

Gedung KPK | Merinda Faradianti/ForumKeadilan
Gedung KPK | Merinda Faradianti/ForumKeadilan

FORUM KEADILAN – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengomentari sepinya peminat pendaftaran calon pimpinan (capim) dan anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Peneliti ICW Diky Anandya berpendapat, kurangnya peminat para figur potensial ini, dikarenakan trauma dengan peristiwa pelemahan KPK tahun 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

“Di mana kala itu masyarakat dikelabui dengan janji manis dari pemerintah dan DPR tentang KPK yang ternyata berujung pada penggembosan lembaga tersebut. Baik melalui Revisi Undang-Undang KPK maupun pemilihan Pimpinan KPK,” kata Diky dalam keterangannya, Selasa, 2/7/2024.

Selain itu, kata Diky, figur potensial dinilai enggan menaruh rasa kepercayaan pada komitmen antikorupsi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Belum lagi ditambah dengan ketidakpastian nasib KPK mendatang pada era pemerintahan baru.

“ICW mendorong agar Panitia Seleksi (pansel) lebih gencar bekerja untuk meminta masyarakat yang memenuhi syarat sebagai Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK agar mendaftar. Pada bagian lain, kami juga berharap Presiden Jokowi berbicara untuk menjamin serta menggaransi bahwa proses seleksi kali ini tidak akan lagi mengulangi kesalahan periode 2019 lalu,” harapnya.

Seperti diketahui, hingga Senin, 1/7 kemarin, baru 10 orang yang mendaftar sebagai capim KPK dan 16 orang sebagai anggota Dewas KPK. Sementara itu, ada 318 orang yang sudah mendaftarkan akun di situs resmi.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK Yusuf Ateh membantah pendaftaran capim KPK sepi peminat. Ia menyebut, biasanya orang-orang akan mendaftarkan akun terlebih dahulu.

Kata dia, pendaftaran sebagai capim baru akan dilakukan mendekati akhir masa pendaftaran.*

Laporan Merinda Faradianti