Sekjen DPR Indra Iskandar Ajukan Praperadilan, KPK: Dia Deklarasi sebagai Tersangka

Sekjen DPR RI Indra Iskandar memenuhi panggilan KPK, Rabu, 15/5/2024. I Ist
Sekjen DPR RI Indra Iskandar memenuhi panggilan KPK, Rabu, 15/5/2024. I Ist

FORUM KEADILAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan perabotan rumah dinas DPR.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beranggapan, saat mengajukan praperadilan, Indra justru mendeklarasikan dirinya sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

“Proses praperadilan dengan tersangka Sekjen DPR RI, ya berarti dia telah mendeklarasikan dirinya sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat, 24/5/2024.

Ali mengungkapkan, KPK belum mengumumkan proses penetapan tersangka. Namun KPK siap menghadapi Indra di PN Jakarta Selatan. Kata Ali, penyitaan aset yang telah dilakukan merupakan bukti keterlibatan kasus dugaan korupsi pengadaan perabotan rumah dinas DPR RI.

“Walaupun sebenearnya kami ingin sampaikan nanti ketika proses penahanan, tapi yang bersangkutan telah mendeklarasikan dirinya sebagai tersangka tentu adalah haknya,” imbuhnya.

Adapun pengajuaan praperadilan Indra tercantum dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan dengan nomor perkara 57/Pid.pra/2024/PN.JKTSEL. Di sana tercantum bahwa klasifikasi perkarannya ialah sah atau tidaknya penyitaan.

Sidang perdana praperadilan tersebut akan digelar pada Senin, 27 Mei 2024 mendatang.*