Prabowo Kritik Kenaikan UKT di Kampus Negeri: Seharusnya Gratis

Presiden Terpilih Prabowo Subianto | Ist
Presiden Terpilih Prabowo Subianto | Ist

FORUM KEADILAN – Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto memberikan kritikan mengenai kebijakan kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Menurutnya, universitas negeri tersebut semestinya memberikan pendidikan gratis kepada seluruh anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Seharusnya biaya pendidikan itu adalah tanggung jawab negara dan seharusnya memang gratis,” ucap Prabowo dikutip dari YouTube tvOneNews, Jumat, 24/5/2024.

Tidak hanya pada level pendidikan tinggi, tetapi Menteri Pertahanan (Menhan) ini juga menilai semua sekolah negeri memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat, mulai dari level dasar sampai kuliah.

“SD, SMP, SMA, sekolah kejuruan, dan sebagainya. Kalau untuk khusus perguruan tinggi tentunya ini harus bagi mereka yang lulus ujian akademis untuk masuk perguruan tinggi, itu menurut saya harus tidak boleh (mahal), ini terutama di universitas negeri yang dibangun oleh uang rakyat, APBN,” jelasnya.

menurutnya, kalau perlu terdapat biaya, sekolah negeri yang harusnya menetapkan harga termurah.

“Itu tidak boleh biayanya tinggi. Kalau bisa biaya minim, kalau perlu ya gratis,” tuturnya.

Prabowo pun berjanji akan bekerja keras untuk dapat mewujudkan pendidikan tinggi gratis saat resmi menjadi Presiden nanti. Dirinya menyatakan memerlukan kerja keras untuk dapat mencapai hal tersebut.

Ia kemudian mengungkit kejadian sebelum 98 yang di mana universitas negeri sangat terjangkau bagi rakyat keci; dan Prabowo menyebut bahwa anak petani bisa jadi insinyur dan dokter.

Tetapi, seiring waktu berjalan, terjadi pergeseran atau fenomena liberalisasi dan semuanya diserahkan kepada sistem pasar, sedangkan pendidikan untuk rakyat adalah kewajiban negara.

“Tentunya kita harus mungkin mengalami proses, di mana kita, justru apa yang pemerintah sekarang di bawah Presiden Jokowi mencanangkan hilirisasi dan sebagainya untuk kita dapat nilai tambah dari semua resources kita, nilai tambah ini untuk memperbaiki pendidikan dan kesehatan kita,” jelasnya.

“Masalahnya adalah kita harus berjuang keras untuk menghentikan kebocoran-kebocoran itu,” tandasnya.*