Kominfo Klaim Hapus 1,9 Juta Konten Judi Online di Platform Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi di Kemenko Polhukam, Selasa, 24/4/2024. | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi di Kemenko Polhukam, Selasa, 24/4/2024. | Syahrul Baihaqi/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie mengklaim kementeriannya telah menghapus jutaan konten judi online (judol) di beberapa platform digital.

“Pemutusan akses konten judi daring sebanyak 1.918.520 sejak 17 Juli 2023 hingga 22,” ucap Budi dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 24/5/2024.

Bacaan Lainnya

Budi mengatakan, pemerintah pun telah memblokir 555 rekening e-wallet yang terafiliasi dengan judi online.

Selain itu, Kominfo juga telah mengajukan pemblokiran rekening bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 5.364 yang berkaitan dengan judol sejak 17 September 2023 hingga 22 Mei 2024.

Budi juga menyoroti soal fenomena ‘phising’ atau penyusupan konten judi online yang menyusup ke beberapa lembaga dan pemerintahan.

“Terdapat 18.877 konten judi daring yang menyusup ke lembaga pendidikan, dan lebih dari 22.714 konten yang ditemukan menyusup ke situs-situs pemerintahan sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menkominfo memberikan ultimatum kepada penyedia layanan platform digital, seperti X (Twitter), Google, Meta, hingga Telegram agar kooperatif bersama pemerintah untuk membasmi judi online.

“Jika tidak kooperatif untuk memberantas judi online di platform Anda, maka saya akan mengenakan denda sampai dengan Rp500 Juta rupiah per konten,” imbuhnya.*

Laporan Syahrul Baihaqi