Batalkan Agenda ke Mesir, Menko PMK Muhadjir akan Hadiri Sidang MK Jumat Besok

Menko PMK Muhadjir Effendy saat konferensi pers di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 25/3/2024.
Menko PMK Muhadjir Effendy saat konferensi pers di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin, 25/3/2024 | M. Hafid/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan hadir dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, 5/4/2024.

Muhadjir menyebut, dirinya sudah menerima surat undangan dari MK,

Bacaan Lainnya

“Sudah, sudah (menerima undangan). Iya lah (bakal penuhi undangan) wong diundang,” kata Muhadjir di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 3/4.

Sejatinya, kata Muhadjir, dirinya bertolak ke Mesir mengantar bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan Sudan yang dilepas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pagi tadi. Namun rencana tersebut batal karena dia harus memenuhi panggilan MK.

“Mestinya saya harus ke Mesir mengantar bantuan tadi yang dilepas oleh bapak Presiden. Tapi karena ada panggilan dari MK tadi malam baru, jadi kita putuskan untuk memenuhi panggilan,” ungkapnya.

Muhadjir mengatakan, dirinya telah meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk menghadiri panggilan MK, dan Presiden mengizinkan.

“Presiden kan juga sudah tahu. Diizinkan (Presiden Jokowi),” ujarnya.

Muhadjir mengaku tidak ada persiapan khusus dalam memenuhi panggilan MK. Dia mengatakan akan menjelaskan semuanya di sidang sengketa tersebut.

“Nggak ada persiapan, kan mau ditanyakan semua yang selama ini sudah kita lakukan saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, MK memutuskan memanggil empat menteri Kabinet Indonesia Maju agar hadir dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 pada Jumat, 5 April 2024.

Adapun keempat menteri yang dipanggil ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani; dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

“Jumat 5 April, kita panggil pihak yang dipandang perlu MK berdasarkan rapat yang mulia tadi pagi,” kata Ketua MK Suhartoyo, Senin, 1/4.

“Pertama yang perlu didengar, Saudara Muhadjir Effendy Menko PMK, kedua Airlangga Hartarto Menko Perekonomian, ketiga Sri Mulyani Menkeu, keempat Tri Rismaharini Mensos,” lanjutnya.

Suhartoyo mengatakan bahwa pemanggilan keempat menteri ini bukan untuk memenuhi keinginan dari pihak pemohon yang menginginkan kehadiran sejumlah menteri dalam sidang gugatan Pilpres.

Namun, menurut Suhartoyo, keempat menteri dipanggil karena keterangan mereka memang dibutuhkan oleh hakim MK.

Selain itu, MK juga memanggil seluruh anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk didengar keterangannya pada 5 April mendatang.

“Kelima DKPP,” kata Suhartoyo.*