Sejarah KPU di Indonesia dari Masa ke Masa

Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) | Ist
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) | Ist

FORUM KEADILAN – Komisi Pemilihan Umum atau yang lebih dikenal sebagai KPU adalah lembaga penyelenggaraan Pemilu yang berbasis nasional. KPU sendiri sudah dibangun semenjak 1999 dan masih aktif hingga saat ini.

KPU bekerja di seluruh Indonesia dan memiliki banyak cabang di daerah atau kawasannya masing-masing.

Bacaan Lainnya

1998-1999

Sejarah KPU berawal pada 1998 pada masa reformasi, terjadi perubahan sistem politik di Indonesia setelah jatuhnya rezim Orde Baru. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum dibentuk sebagai dasar hukum pembentukan KPU.

Lalu, pada 1999 dimana akhirnya KPU dibentuk. KPU dibentuk dengan Keppres No 16 Tahun 1999 dengan beranggotakan 53 orang anggota, dari unsur pemerintah dan Partai Politik. KPU pertama kali dilantik Presiden BJ Habibie.

Sejak pendiriannya pada tahun 1999, KPU terus berperan penting dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Peran KPU melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan seluruh proses pemilihan, termasuk pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.

Sejak pendiriannya pada tahun 1999, KPU terus berperan penting dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Peran KPU melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan seluruh proses pemilihan, termasuk pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.

2004

Pada 2004, dimana pemilu pertama diselenggarakan. Pemilu ini adalah pemilu pertama yang diselenggarakan oleh KPU setelah KPU ini terbentuk. Pemilu pada tahun ini memilih Presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD untuk 5 tahun kedepan (2004-2009).

KPU memainkan peran penting di Pemilu tahun 2004, karena KPU mengorganisir dan menyelenggarakan Pemilu, memastikan transparansi, keberlanjutan, dan keadilan dalam proses pemilu. Pemilu 2004 juga menjadi tonggak penting dalam perkembangan demokrasi di Indonesia, dan KPU berperan sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kesuksesan penyelenggaraannya. Seiring berjalannya waktu, KPU terus berkembang dan memainkan peran penting dalam setiap Pemilu di Indonesia.

2009

KPU kembali menyelenggarakan Pemilu pada tahun 2009 untuk memilih Presiden, Wakil Presiden (Wapres) anggota DPR, DPD, dan DPRD. Pada tahun ini juga, KPU menghadapi banyak tantangan dalam menggelar pemilihan umum karena ini merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia setelah reformasi, yang melibatkan pemilihan banyak hal ( Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD).

KPU harus mengatasi berbagai masalah teknis, logistik, dan keamanan untuk memastikan pemilu berjalan lancar dan adil. Meskipun begitu, KPU berhasil menggelar pemilu dengan relatif sukses.

Pemilu 2009  juga dianggap sebagai tonggak sejarah dalam proses demokratisasi Indonesia, dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi dan pengakuan internasional atas penyelenggaraan yang lebih baik dibandingkan pemilu sebelumnya.

2014

Kemudian sejarah KPU berlanjut ke tahun 2014. Pada tahun ini, KPU kembali menghadapi tantangan besar dalam menggelar pemilihan umum. Pemilu 2014 adalah pemilu serentak untuk memilih Presiden, Wakil presiden anggota DPR, DPD, dan DPRD. KPU harus mengatasi berbagai masalah teknis, logistik, dan keamanan, termasuk peningkatan jumlah pemilih dan lokasi pemungutan suara yang tersebar di seluruh Indonesia.

Meskipun menghadapi tekanan dan kritik, KPU berhasil menggelar pemilu dengan sukses. Pemilu 2014 juga dianggap sebagai pemilu terbesar dan paling kompleks dalam sejarah Indonesia, dengan tingkat partisipasi yang tinggi dan proses yang relatif lancar.

2017 Pilkada

Pada tahun 2017, KPU berperan dalam mengorganisir Pilkada secara serentak. di mana 171 daerah di Indonesia menggelar pemilihan kepala daerah secara bersamaan. Pilkada Serentak 2017 menjadi yang terbesar dalam sejarah Indonesia dalam hal jumlah daerah yang ikut serta.

Pilkada Serentak 2017 dianggap relatif sukses, dengan tingkat partisipasi yang tinggi dan peningkatan dalam penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pemilih walaupun melewati banyak masalah seperti masalah logistik, dan keamanan.

Pilkada Serentak 2017 juga menjadi momentum penting dalam demokratisasi Indonesia, menunjukkan komitmen KPU untuk menyelenggarakan pemilihan yang transparan, adil, dan demokratis.

2019

5 Tahun setelah Pemilu 2014 berlangsung,  KPU menyelenggarakan Pemilu Presiden selanjutnya. Pada tahun 2019. Pemilu 2019 merupakan Pemilu serentak untuk memilih Presiden, Wakil Presiden anggota DPR, DPD, dan DPRD, secara langsung untuk kedua kalinya setelah perubahan Undang-Undang Pemilu pada tahun 2004.

Pemilu 2019 juga diwarnai oleh berbagai kontroversi dan tantangan, termasuk masalah teknis, keamanan, dan polarisasi politik. Tetapi KPU berusaha untuk dapat menjaga integritas dan keadilan Pemilu.

Meskipun begitu, Pemilu 2019 tetap dianggap sebagai pemilu yang cukup sukses dalam hal partisipasi pemilih dan proses yang relatif lancar dan hasil akhir pemilu menunjukkan kemenangan Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua dan berbagai dinamika politik yang mengikuti pemilu tersebut.

Lalu, KPU berlanjut pada tahun ini, karena pada 14 Februari 2024 kemarin, KPU telah melaksanakan pemilu lagi untuk memilih Presiden dan wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, dan DPRD.

KPU terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Pada setiap pemilihan, KPU berperan penting dalam memastikan proses pemilu berjalan lancar dan sesuai dengan prinsip demokrasi.

Demikian Sejarah KPU semoga bermanfaat untuk semua Sobat Forum.*

Laporan Malika Aisya Samudra