Silent Majority, Penentu Kemenangan Prabowo-Gibran

Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka setelah pemungutan suara pada Rabu, 14/2/2024 malam | Instagram @fraksipartaigerindra
Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka setelah pemungutan suara pada Rabu, 14/2/2024 malam | Instagram @fraksipartaigerindra

FORUM KEADILAN – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Cheryl Tanzil, membeberkan alasan kemenangan Prabowo-Gibran di banyak daerah di Indonesia, terutama di Jawa Tengah (Jateng) dan Bali yang merupakan basis massa PDIP.

Berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Senin, 19/2/2024 pukul 10:00 WIB, dengan jumlah suara masuk 70,61 persen, pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo-Gibran unggul di Jawa Tengah dan Bali.

Bacaan Lainnya

Di Jawa Tengah, Prabowo-Gibran memperoleh 86,23 persen suara, disusul paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD 34,46 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 12,78 persen.

Sementara di Bali, Prabowo-Gibran memperoleh 51,94 persen suara, Ganjar-Mahfud 44,89 persen, dan Anies-Muhaimin 3,16 persen.

Menurut Cheryl, kemenangan di kandang banteng tidak lepas dari pemilih yang selama ini diam-diam mendukung Prabowo-Gibran.

“Kalau analisa kami, kemenangan di Jateng dan Bali datang dari pemilih silent majority yang selama ini memang memilih 02 tapi diam,” katanya kepada Forum Keadilan, Senin, 19/2.

Cheryl berpendapat, para pemilih paslon 02 tidak ingin menunjukan diri karena mereka khawatir diintimidasi dan dibuli dari pemilih paslon lain.

“Tetapi saat di TPS (Tempat Pemungutan Suara), mereka memakai kedewasaannya memilih yang terbaik untuk masa depan mereka,” terangnya.

Ketika ditanya terkait dugaan manuver yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama masa kampanye untuk menggembosi suara Ganjar-Mahfud di kandang banteng, Cheryl enggan menjawab.

Forum Keadilan telah berupaya menghubungi sejumlah jubir TKN dan Eks Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko dan Maruarar Sirait untuk dimintai konfirmasi. Namun sampai berita ini selesai ditulis, mereka tidak kunjung merespons.*

Laporan Syahrul Baihaqi