KPU Umumkan Prabowo Jadi yang Pertama Paparkan Visi-Misi di Debat Terakhir

Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto | Instagram @prabowo
Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto | Instagram @prabowo

FORUM KEADILAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) umumkan calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto akan mendapatkan giliran pertama untuk memaparkan visi-misinya pada debat Pilpres terakhir, Minggu, 4/2/2024.

Komisioner KPU August Mellaz menyatakan urutan tersebut ditetapkan dengan sistem bergilir atau rotasi.

Bacaan Lainnya

Diketahui, pada debat sebelumnya, paslon yang mendapatkan giliran pertama adalah paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

“Kalau yang terakhir debat keempat kemarin kan dari Paslon nomor urut 1 jadi nanti akan dimulai dari Paslon nomor urut 2, dalam hal ini calon presiden ya dari paslon nomor urut 2 pak Prabowo Subianto,” ujar Mellaz di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu, 31/1/2024.

Mellaz mengatakan posisi duduk juga akan diurutkan sesuai dengan nomor urut paslon.

“Ya kalau itu nanti ada rotasinya, itu sesuai jadi nanti posisinya kalau yang debat kelima berurutan lagi, 1,2,3. Kemudian nanti siapa yang akan memulai duluan akan ditentukan berdasarkan skema rotasi yang sejak dilakukan debat pertama,” terangnya.

Tema yang akan diusung dalam debat terakhir meliputi kesejahteraan sosial, pembangunan SDM, dan inklusi. Subtema meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, kesejahteraan sosial, dan inklusi.

Debat Pilpres terakhir ini akan dibawakan oleh pembawa berita dari TvOne, Andromeda Mercury dan Dwi Anggia.

“Media penyelenggara debat kelima akan diselenggarakan oleh TvOne, ANTV, dan NET TV,” katanya.

KPU juga telah mengumumkan 12 panelis yang sudah dikonfirmasi dan menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam menyusun pertanyaan pertanyaan debat.

Berikut 12 Panelis yang Terlibat Menyusun Pertanyaan Debat:

1. Aminuddin Syam

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan Ketua Umum perhimpunan sarjana dan profesional kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Periode 2022-2026.

2. Asep Saepudin Jahar

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2023-2027.

3. Bahruddin

Inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah dan Anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (BAN POM).

4. Damar Juniarto

Akademisi di UPN Veteran Jakarta dan Pendiri PIKAT Demokrasi dan Penasihat Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet).

5. Emeritus PM Laksono

Guru Besar Antropolog, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

6. Imam Prasodjo

Sosiolog Universitas Indonesia.

7. Onno Widodo Purbo

Ahli Teknologi Informasi/Wakil Rektor institut Teknologi Tangerang Selatan.

8. Dra. Reni Kusumowardhani

Psikolog dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

9. Timboel Siregar

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) dan Koordinator Advokasi BPIS Watch.

10. Tolhas Damanik

Penasihat Hak Disabilitas pada General Election Network for Disability Access (AGENDA) dan Aktivis Disabilitas.

11. Drs. Tukiman Tarunasayoga

Dosen Pascasarjana Program Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Dosen Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

12. Prof. Vina Adriany

Guru Besar di bidang PAUD dan Gender, Universitas Pendidikan Indonesia.*