Kominfo: Politik Identitas dan Hoaks Menurun di Pemilu 2024

Logo Kominfo
Logo Kominfo | Ist

FORUM KEADILAN – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan politik identitas dan hoax menurun di Pemilu 2024. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih dewasa karena pengalaman dari pemilu-pemilu sebelumnya.

“Meskipun tak sepenuhnya menghilang, namun kita juga mencermati ada penurunan pemakaian politik identitas. Dan kita cukup mau apresiasi hal itu,” kata Nezar dalam keterangan Kominfo, Rabu 31/1/2024.

Bacaan Lainnya

Nezar menilai, saat ini masyarakat sudah banyak belajar bahwa perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi. Oleh karena itu, setiap orang perlu bersikap lebih bijak.

“Kedewasaan berdemokrasi dalam Pemilu 2024, mutlak diperlukan dalam semua aspek di masyarakat. Mulai dari individu menyerap informasi, hingga media massa yang bertugas menyajikannya secara jujur dan berimbang,” ungkapnya.

Nazar memaparkan, per 1 Juli 2023 – 24 Januari 2024, Kominfo mengidentifikasi 195 temuan isu hoaks terkait Pemilu yang tersebar pada 2.825 konten. Dari jumlah tersebut, 1.546 konten telah ditindaklanjuti.

Meskipun ada kecenderungan menurun, Nezar mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap narasi hoaks yang mengarah ke black campaign dengan menggunakan berbagai macam medium, khususnya artificial intelligence (AI).

“Dulu ada beberapa hoaks menggunakan AI, tetapi waktu itu masih mudah dikenali. Sekarang, jauh lebih smooth karena generative AI yang mampu menghasilkan teks juga suara serta gambar sangat coherence, smooth, sehingga kita agak sulit membedakan dengan yang asli,” jelasnya.*