Korban Tewas Ledakan Tungku Smelter PT ITSS di Morowali Bertambah Jadi 16 Orang

Tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) meledak, Minggu, 24/12/2023
Tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) meledak, Minggu, 24/12/2023 | ist

FORUM KEADILAN – Korban tewas akibat ledakan tungku smelter milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Minggu, 24/12/2023, bertambah tiga orang.

Ketiga korban tersebut meninggal pada Senin, 25/12. Ketiganya meninggal setelah sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali.

Bacaan Lainnya

Dengan bertambahnya tiga korban tewas, jumlah korban meninggal dari yang sebelumnya berjumlah 13 bertambah menjadi 16 orang.

Ketiga pekerja yang meninggal terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Irfan Bukhari. Sementara dua korban lainnya, merupakan tenaga kerja asing (TKA) bernama Wang Ning Nang dan Lie Hung Chun.

Sementara itu, puluhan korban luka-luka masih dirawat di RSUD Morowali. Mereka dirawat di ruang isolasi, intensive care unit (ICU), dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dokter Penanggung Jawab Ruang Isolasi RSUD Morowali Wirya Satriya Amran mengatakan, rata-rata pasien mengalami luka bakar yang cukup luas, sekitar 50-70 persen lebih.

“Luka bakar cukup luas, sekitar 50-70 persen lebih. Pasien juga menderita patah tulang atau fraktur,” jelasnya, dikutip, Selasa, 26/12.

Sebelumnya, tungku smelter milik PT ITSS di Morowali, Sulteng meledak, Minggu, 24/12.

Kepala Divisi Media Relations PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan, berdasarkan investigasi awal, penyebab ledakan diperkirakan berasal dari bagian bawah tungku smelter yang masih mengandung cairan pemicu ledakan ketika pekerja sedang melakukan perbaikan.

Perbaikan sendiri berlangsung pukul 05.30 Wita.

“Hasil investigasi awal, penyebab ledakan diperkirakan karena bagian bawah tungku masih terdapat cairan pemicu ledakan. Saat proses perbaikan tersebut, terjadi ledakan,” ujar Dedy.

Selain itu, lanjut Dedy, terdapat banyak tabung oksigen di lokasi kejadian. Beberapa tabung oksigen pun ikut meledak dan terbakar.

“Adapun di lokasi juga terdapat banyak tabung oksigen yang digunakan untuk pengelasan dan pemotongan komponen tungku. Akibatnya, ledakan pertama memicu beberapa tabung oksigen di sekitar area ikut meledak,” terangnya.*