Ma’ruf Amin Buka Peluang Pulau Galang Jadi Tempat Penampungan Pengungsi Rohingya

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin | Instagram @kyai_marufamin
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin | Instagram @kyai_marufamin

FORUM KEADILAN – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan membuka peluang menjadikan Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Riau sebagai lokasi penempatan pengungsi Rohingya.

Ma’ruf mengatakan Pulau Galang di Batam pernah digunakan sebagai tempat untuk menampung pengungsi asal Vietnam beberapa puluh tahun silam.

Bacaan Lainnya

“Penempatannya dimana? Dulu pernah kita menjadikan Pulau Galang untuk pengungsi Vietnam. Nanti kita akan bicarakan lagi apa akan seperti itu. Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah (Solutif),” ujar Ma’ruf Amin di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat yang disiarkan di kanal Youtube Wakil Presiden RI.

Ma’ruf mengingatkan mengenai masalah pengungsi Rohingya adalah sebagai masalah kemanusiaan yang mesti diatasi bersama.

“Mereka (pengungsi Rohingya), bagaimanapun ini kemanusiaan. Karena kemanusiaan, harus kita tanggulangi,” ujar Ma’ruf.

Dia mengatakan bahwa tidak mungkin ditolak. Tetapi, sebelum ditampung, tambahnya, Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan berbagai antisipasi. Menurutnya, hal ini penting agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari bagi Indonesia, baik dari sisi negara maupun masyarakat.

“Selama ini, kan tidak mungkin kita menolak, tetapi juga tentu kita mengantisipasi jangan sampai kemudian ada penolakan oleh masyarakat, dan kemudian bagaimana supaya juga mengantisipasi jangan sampai nanti terus lari, semua larinya ke Indonesia, ke sini. Itu menjadi beban,” ujar Ma’ruf.

“Kita akan bicarakan juga dengan UNHCR yang punya tanggung jawab masalah pengungsian di PBB. Ini harus dilakukan pembahasan bersama,” tutup Ma’ruf.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan rincian jumlah pengungsi Rohingya di Indonesia saat ini telah mencapai 1.478 orang.

Mahfud MD mengungkapkan pemerintah masih mencari jalan keluar untuk dapat mengatasi masalah pengungsi Rohingya tersebut.*