Ditanyai Soal Politik Dinasti, Kaesang: Tidak Suka Jangan Dipilih

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama elit partai lainnya menyambangi kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Rabu 18/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/Forum Keadilan
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama elit partai lainnya menyambangi kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Rabu 18/10/2023 | Charlie Adolf Lumban Tobing/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep angkat bicara soal isu politik dinasti yang menerpa keluarganya. Menurutnya, jika masyarakat tidak berkenan, maka tidak usah dipilih.

Hal tersebut disampaikan Kaesang saat menjawab pertanyaan dari perserta Dialog Kebangsaan Peran Komunitas dalam Politik di Lamongan, Jawa Timur, soal dugaan dinasti politik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bacaan Lainnya

Kaesang kemudian menjawab bahwa jika masyarakat tidak berkenan, maka tidak usah dipilih. Sebab, di Pemilu 2024 banyak sekali pilihan lain yang bisa menjadi alternatif.

“Jadi kalau ada masyarakat yang kurang berkenan dengan ‘oh bapaknya presiden anaknya wali kota’ ya jangan dipilih, gitu saja. Dan kalau sekarang wali kota menjadi cawapres, kalau enggak suka enggak usah dipilih. Karena kan masih ada pilihan yang lain masih ada Pak Mahfud MD, masih ada Cak Imin,” kata Kaesang di Lamongan, Sabtu 2/12/2023.

Menurutnya, siapa yang akan menjadi pemimpin nantinya kembali rakyat yang menentukan. Kata dia, tidak ada paksaan untuk hanya memilih satu pasangan calon saja.

“Maksudnya di sini adalah masih ada beberapa pilihan. Jadi balik lagi ini akan dikembalikan ke masyarakat untuk siapa yang menjadi pemimpin berikutnya. Saya kira itu saja dan terima kasih,” lanjutnya.

Adapun acara Dialog Kebangsaan itu dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP PSI) serta sejumlah ormas keagamaan dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Lamongan.*