Gerindra Pede Suara NU ke Prabowo

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Habiburokhman saat ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Selasa 19/9/2023
TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman saat ditemui di Gedung DPR RI Senayan, Selasa 19/9/2023 | Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Habiburokhman menanggapi pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf yang menyatakan pihaknya tidak akan jauh-jauh dari Presiden Joko Widodo.

Habib meyakini ungkapan itu bermakna bahwa muara suara NU akan mengalir deras ke Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

“Prabowo juga sahabatnya Pak Jokowi. Kami yakin kok (suara NU ke Prabowo),” katanya kepada Forum Keadilan saat ditemui di gedung DPR RI Senayan, Selasa 19/9/2023.

Ia melanjutkan, berdasarkan survei Litbang Kompas, suara NU ke Gerindra ada di angka 19 persen. Angka tersebut dua kali lipat dari suara NU di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“PKB kalau nggak salah itu cuma 10 persen, jadi kami percaya apa yang disampaikan Gus Yahya itu masih berpengaruh saat ini. Prabowo juga pemimpin yang paling ikhlas,” lanjutnya.

Habib mengaku Gerindra tidak memiliki strategi khusus untuk menggaet suara NU. Ia juga mengungkapkan, perubahan nama koalisi Prabowo menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM) juga bukan untuk menunjukan kedekatan dengan Jokowi.

“Kami santai-santai saja, nggak mikirin strategi khusus. Yang jelas warga NU itu sudah paham jeroan (isi hatinya) Pak Prabowo lah ya. Prabowo sosok pemimpin yang NU banget. Mengenai perubahan nama koalisi itu pilihan teman-teman  koalisi,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) tak akan jauh-jauh dari Jokowi lantaran terus bersama dengan warga NU selama ini.

“Insya Allah NU juga tak akan pernah jauh-jauh dari Insinyur Haji Joko Widodo,” katanya dalam pidatonya di Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al Hamid, Jakarta, Senin 18/9 lalu.

Pernyataan tersebut dilontarkan Gus Yahya yang merasa Jokowi tak pernah jauh dari PBNU. Kata Gus Yahya, Jokowi selalu membersamai PBNU hingga saat sekarang ini.*

 

Laporan Merinda Faradianti