Demokrat Dukung Prabowo, Golkar: Pembicaraan Cawapres Jadi Topik Utama

Ketua DPP Golkar Dave Laksono
Ketua DPP Golkar Dave Laksono | Novia Suhari/forumkeadilan.com

FORUM KEADILAN – Usai Partai Demokrat resmi mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, pihak Golkar sebagai salah satu parpol dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) membenarkan jika saat ini pembicaraan soal cawapres sudah salah satu topik utama.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP Golkar Dave Laksono.

Bacaan Lainnya

“Pasti salah satunya (pembicaraan cawapres) karena kan mengingat pendaftaran capres-cawapres semakin menipis, pendaftaran ini kan tanggal 10 sampai 16 Oktober. Sekarang sudah tanggal 18 september, jadi kurang waktu 2 mingguan lagi menjelang pendaftaran. Nah, jadi itu (soal cawapres) pasti menjadi salah satu pembicaraan topik utama,” katanya, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin, 18/9/2023.

Namun, Dave enggan memberikan bocoran soal nama cawapres yang bakal mendampingi Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.

“Kita lihatlah nanti, soalnya bukan saya bisa menjawab itu,” ujarnya.

Tidak hanya soal cawapres, Dave mengungkapkan saat ini pembentukan ketua hingga tim kampanye pun sedang digodok bersama koalisinya.

“Tapi bukan hanya itu karena kita kan bicara untuk memenangkan, membentuk kekuatan baru, kita harus alokasikan mereka (tim) untuk posisi pemenangannya dimana saja. Jadi sekarang sedang ada penyelesaian pemenangan tim,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dave menyebut tim kampanye inin nantinya akan melakukan gerakan-gerakan hingga ke akar rumput. Mulai dari penggalangan suara hingga memastikan merebut kemenangan.

Menyoal nama cawapres yang diusung oleh Golkar, Anggota Komisi I DPR RI itu menegaskan tidak ada nama lain yang akan diusung oleh partainya selain Airlangga Hartarto.

“Jadi gini, kalau cawapres itu kan pasti masing-masing partai pasti memiliki agenda dan pasti kita memiliki nama yang kita dorong. Golkar saat ini resmi menggiring satu nama yaitu Airlangga Hartarto,” tegasnya.

Kendati elektabilitas Airlangga Hartarto tak kunjung merangkak naik, Golkar tak gentar mengusung ketua umumnya tersebut.

Pasalnya Dave berpendapat elektabilitas bukan standar utama untuk melenggang ke kursi cawapres.

“(Elektabilitas rendah) kenapa tidak? Jadi jangan dilihat dari elektabilitasnya saja, harus dilihat dari berbagai macam faktor, menjalankan pemerintahan itu kan tidak hanya terpaku pada pemilu saja, kita harus memikirkan lima tahun ke depan,” pungkasnya.*

 

Laporan Novia Suhari