Duet Anies dan Cak Imin Demi Gaet Basis NU

Anies Baswedan. | Ist
Anies Baswedan. | Ist

FORUM KEADILAN – Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebut duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bertujuan untuk meraup basis suara Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, Ray menyebut pemilihan Cak Imin juga dapat meredam politik identitas yang melekat di tubuh Anies saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Bacaan Lainnya

“Pertama, meraup suara di basis NU dan itu ada di Jawa Timur atau Jawa Tengah. Kedua, menurunkan kadar pandangan Anies sebagai perpanjangan tangan kelompok Islam politik,” ucap Ray kepada Forum Keadilan, Jumat, 1/9/2023.

Ray mengungkap perpaduan antara Anies Baswedan dengan Cak Imin bukan suatu yang melompat. Dia berpandangan selama ini eks Gubernur DKI Jakarta gencar mencari cawapres dari warga NU.

Ia menyebut ada beberapa tokoh NU yang sempat masuk bursa cawapres Anies seperti Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, dan Yenny Wahid.

“Tak mendapat respons dari 3 tokoh itu, Anies akhirnya menggaet Cak Imin,” tuturnya.

Namun dia meragukan elektabilitas Anies akan terdongkrak apabila menggandeng Cak Imin nanti. Menurutnya, suara yang diperoleh pasangan tersebut tidak lebih dari lima persen.

“Tentu kepastiannya tetap menunggu kerja-kerja kompilasi dua aliran politik yang secara tradisional berbeda,” ujarnya.

Di sisi lain, Ray tidak terkejut dengan situasi ini. Menurutnya, jika pertengahan Juli Anies tidak mengumumkan nama cawapresnya ke publik, bisa dipastikan bukan AHY yang terpilih.

Saat ini, kata dia, partai Demokrat berada dalam posisi menggantung. Dia juga menyebut hanya ada dua pilihan yang dimiliki Demokrat, menerima atau melepasnya.

“Demokrat tidak menyebut apa sikap mereka. Untuk situasi yang tragis seperti ini, Demokrat hanya menyelesaikannya dengan kata-kata, bukan tindakan,” tuturnya.*

 

Laporan Syahrul Baihaqi