Bongkar Korupsi di BUMN, Erick Thohir Punya Tujuan Terselubung?

Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir | ist

FORUM KEADILAN  – Upaya Menteri BUMN Erick Thohir membongkar perkara korupsi di BUMN dengan menggandeng aparat penegak hukum dinilai untuk menaikkan popularitas semata.

Menurut Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin niat Erick Thohir itu untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitasnya di mata publik.

Bacaan Lainnya

Terlebih saat ini sudah memasuki tahun politik, dan Erick Thohir kerap masuk bursa calon wakil presiden (cawapres), baik untuk cawapres Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto. Ketua Umum PSSI itu pun menjadi salah satu kandidat bacawapres yang juga mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo.

“Saya melihat itu bagian daripada strategi ET untuk bisa menaikkan popularitas sekaligus di saat yang sama menaikkan elektabilitas,” ucapnya kepada Forum Keadilan, Selasa, 29/8/2023.

Ujang menyebut, sebagai seorang menteri yang ingin mendapatkan kursi cawapres, harus terlihat kinerja, prestasi dan kebaikannya. Dengan membongkar skandal korupsi di BUMN, nama Erick Thohir dapat dipertimbangkan masyarakat.

Menaikkan popularitas dan elektabilitas, kata Ujang, merupakan hal yang umum yang dilakukan politisi menjelang musim Pemilu. Menurutnya, Erick Thohir mendapatkan momentum yang tepat dengan memainkan strategi miliknya menjelang Pilpres 2024.

Di sisi lain Ujang mengingatkan bahwa ada banyak kasus-kasus korupsi dan permasalahan di beberapa BUMN yang tidak mendapat perhatian publik.

“Erick Thohir boleh melakukan itu, bagus. Tapi juga banyak BUMN lain yang korup tapi masih aman, banyak yang hutangnya besar masih aman dan belum terselesaikan,” tuturnya.

Menurut Ujang, menyelesaikan persoalan korupsi di luar dari beberapa kasus, seperti di Garuda Indonesia, Asabri, dan juga Jiwasraya harus menjadi prioritas Erick Thohir.

“Nah itu harus menjadi evaluasi juga bagi Erick Thohir. Bukan hanya sebagian dari strategi untuk menaikkan elektabilitas tapi juga bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara,” ucapnya.

Sebelumnya Erick Thohir menyebut BUMN bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam membongkar skandal korupsi seperti kasus di Garuda Indonesia, Jiwasraya, dan Asabri.*

Laporan Syahrul Baihaqi