7 Arahan Jokowi Demi Atasi Polusi di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sodetan Ciliwung di Jakarta Timur, Senin, 31/7/2023
Presiden Joko Widodo | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan berbagai arahan sebagai upaya mengurangi polusi di Jakarta dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 14/8/2023.

Diketahui, kualitas udara memang makin memburuk hingga dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bacaan Lainnya

Berikut adalah arahan Jokowi demi mengatasi polusi udara di Jakarta.

  1. Bekerja Hybrid

Jokowi meminta untuk mempertimbangkan pekerja di Jakarta untuk bekerja dari rumah (work from home atau WFH).

Ia meminta anak buahnya mengkaji kemungkinan tersebut atau bisa dilakukan rotasi agar pekerja ada yang bisa bekerja dari rumah dan kantor.

  1. Rekayasa Cuaca

Jokowi menyebut jika penyebab polusi di Jakarta karena kemarau panjang, peningkatan konsentrasi polutan tinggi, pembuangan emisi dari transportasi dan aktivitas industri.

Untuk penanganan jangka pendek, Jokowi ingin adanya intervensi perbaikan kualitas udara dengan melakukan rekayasa cuaca.

  1. Pembatasan Emisi

Dia juga memerintahkan percepatan penerapan pembatasan emisi. Hal itu disambut baik oleh Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi.

Budi menyebut Pemprov DKI akan mendorong peralihan penggunaan bahan bakar untuk kendaraan pribadi. Dia ingin kendaraan cc tinggi menggunakan bahan bakar dengan RON 98.

  1. Naik Transportasi Massal

Untuk jangka menengah, Jokowi menyarankan masyarakat untuk menggunakan transportasi massal.

“Dalam jangka menengah konsisten menerapkan kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil dan segera beralih ke transportasi massal. Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan,” ujarnya.

  1. Pengawasan PLTU

Jokowi memerintahkan pengawasan sektor industri dan pembangkit listrik di sekitar Jabodetabek.

Hal tersebut juga sempat disoroti oleh LBH Jakarta. Mereka melihat melihat 21 PLTU di Banten turut mempengaruhi kualitas udara di Jakarta menjadi buruk.

  1. Elektrifikasi Kendaraan Bermotor

Jokowi juga mendorong elektrifikasi armada transportasi publik. Dia ingin kendaraan yang dipakai untuk transportasi publik mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Caranya adalah dengan perlahan mengganti dengan kendaraan listrik.

  1. Menambah Ruang Terbuka Hijau

Jokowi menginginkan lebih banyak ruang terbuka hijau di Jakarta. Pemprov DKI mengaku akan menambah ruang terbuka hijau sesuai arahan Jokowi.

Menurutnya, kebijakan itu telah dilaksanakan sejak akhir 2022.

“Dari bulan Oktober sampai sekarang sudah menambah 800 lokasi dan berikutnya adalah kami sudah menanam pohon sebanyak 216 ribu pohon minimal 3 meter,” kata Heru selaku Pj Gubernur DKI Jakarta.*